TVRINews, Banten
Upaya menemukan delapan orang yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda terus dilakukan tim SAR gabungan. Memasuki hari kelima, pencarian diperluas dengan mengerahkan armada udara untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
Helikopter HR-3604 digunakan untuk melakukan pemantauan dari udara. Pesawat tersebut membawa enam personel tanpa penumpang, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pengerahan helikopter diharapkan dapat membantu tim menemukan petunjuk baru terkait keberadaan delapan orang yang masih dicari.
“Kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas dan dengan perspektif yang berbeda,” ujar Al Amrad, Sabtu, 12 September 2026.
Ia menjelaskan, pencarian melalui udara memiliki peran penting karena petugas dapat memantau area yang luas sekaligus melihat kondisi perairan dari sudut berbeda.
Selain menggunakan helikopter, penyisiran tetap dilakukan melalui jalur laut. Tim SAR membagi wilayah operasi menjadi enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y.
Total cakupan pencarian di wilayah laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi. Adapun sektor pencarian dari udara atau Sektor H mencakup wilayah sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Al Amrad mengatakan pembagian sektor dilakukan untuk membuat pencarian lebih terarah sekaligus mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi.
“Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” katanya.
Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari tiga orang awak dan pemandu kapal serta lima jurnalis.
Mereka adalah Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, anak buah kapal; dan Heriyanto, 49 tahun, yang bertugas sebagai pemandu.
Lima lainnya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, 28 tahun, dari Antara; Ari Basuki, 52 tahun, dari Merdeka; Yudhis dari iNews; Daus, 42 tahun, dari Anadolu; serta Donal, jurnalis freelance.
Rombongan tersebut dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari kelima, tim SAR gabungan masih memfokuskan pencarian pada wilayah yang telah dibagi berdasarkan sektor. Penyisiran melalui laut dan udara terus dilakukan untuk menemukan titik keberadaan para korban.
Tim SAR memastikan seluruh potensi dan sumber daya yang tersedia akan dimaksimalkan dalam upaya pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.










