TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital melalui penyelenggaraan Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026. Program hasil kerja sama dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea, tersebut resmi dibuka di Jakarta.
Program KLIC 2026 menjadi salah satu upaya Kemendikdasmen untuk memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, mengembangkan pembelajaran inovatif, serta memperluas kolaborasi internasional di bidang pendidikan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, mengatakan transformasi pembelajaran hanya dapat berjalan optimal apabila guru memiliki kompetensi digital yang memadai dan mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar.
"Transformasi pembelajaran hanya dapat berjalan optimal apabila guru memiliki kompetensi digital yang kuat serta mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang bermakna," ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Menurutnya, teknologi kini bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan telah menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan guru SMA dalam program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menerapkan pembelajaran berbasis teknologi.
"Pelibatan guru pendidikan menengah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya pendidik yang mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendukung kebijakan nasional mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di satuan pendidikan," ungkap Arif.
Ia menilai kolaborasi internasional seperti KLIC memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk mempelajari praktik terbaik dalam pembelajaran digital dari negara yang telah berhasil mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.
Program KLIC 2026 diikuti oleh 24 guru terpilih dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur ahli asal Korea Selatan sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, mengatakan transformasi pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
"Keberhasilan implementasi program prioritas memerlukan guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,"kata Rachmadi.
Pembukaan KLIC 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan Kemendikdasmen, di antaranya Direktur Jenderal GTK, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, serta Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Dari pihak Republik Korea hadir Director Gangwon State International Education Institute, Kim Kibok, bersama Supervisor Paek So-Hee dan tim instruktur.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta terbaik dari pelatihan ini akan dipilih untuk mengikuti advanced trainingdi Republik Korea pada 2026. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang menjadi agen perubahan dalam pengembangan pembelajaran digital di Indonesia.









