TVRINews, Jakarta
Forum masyarakat sipil terbesar se-Asia Tenggara, ASEAN Civil Society Conference/ASEAN People’s Forum (AFPC) 2025, resmi digelar di Jakarta beriringan dengan KTT ASEAN ke-47. Ribuan peserta dari organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, hingga tokoh politik hadir untuk membahas isu demokrasi, hak asasi manusia, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan di kawasan.
Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menegaskan, kehadiran AFPC menunjukkan bahwa masyarakat sipil punya posisi penting dalam mewarnai arah kebijakan ASEAN.
“AFPC 2025 adalah pengingat bagi kita semua bahwa ASEAN bukan hanya milik pemerintah, tapi juga milik rakyat. Suara rakyat tidak bisa diabaikan dalam proses integrasi kawasan,” ujar Dino dalam keterangan yang diterima tvrinews di FPCI, Kuningan, Jakarta, Selasa, 30 September 2025.
Menurut Dino, forum ini membuka ruang dialog yang sehat antara masyarakat sipil dan para pemimpin ASEAN. Ia berharap rekomendasi yang lahir dari AFPC dapat menjadi masukan konkret bagi para pemimpin negara anggota dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif.
“ASEAN yang kuat adalah ASEAN yang mendengarkan rakyatnya. Tanpa itu, integrasi hanya akan jadi proyek elitis tanpa akar,”tuturnya.
Sebagai informasi, FPCI akan menggelar ASEAN for the People Conference (AFPC) 2025 pada 4–5 Oktober 2025 di The Sultan Hotel, Jakarta dengan tema “Harnessing Southeast Asia’s Greatest Resource.” Acara ini akan menghadirkan Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan berbagai figur ternama di ASEAN dan diikuti ratusan organisasi masyarakat sipil se-ASEAN.










