TVRINews, Garut
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Melalui Inspektorat Jenderal, Kemendikdasmen menggelar kegiatan bertajuk “Internalisasi Pencegahan Korupsi dan Penanganan Kekerasan dalam Menciptakan Sekolah Aman dan Nyaman” di Garut, Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga menjunjung nilai integritas, transparansi, dan perlindungan terhadap peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengatakan kualitas pendidikan harus dibangun dari lingkungan sekolah yang sehat secara moral maupun sosial.
“Sekolah yang baik bukan hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan bagi seluruh warga sekolah,”kata Atip dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Dukungan terhadap penguatan sekolah aman dan nyaman juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan legislatif penting untuk memastikan kebijakan perlindungan anak dan tata kelola pendidikan berjalan efektif di lapangan.
Menurutnya, transparansi pengelolaan anggaran serta komitmen terhadap perlindungan anak menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menegaskan bahwa pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan harus dimulai dari peningkatan kesadaran seluruh warga sekolah.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi penyimpangan dalam tata kelola pendidikan sekaligus memperkuat implementasi regulasi penanganan kekerasan di sekolah.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak sekaligus memiliki tata kelola yang bersih dan akuntabel,”ungkap Faisal.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kepala sekolah dan tenaga pendidik semakin memahami pentingnya pengelolaan pendidikan yang bebas dari praktik korupsi serta mampu menghadirkan sistem penanganan kekerasan yang cepat, responsif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Ketua Komisi Perlindungan Anak, Aris Adi Leksono, serta Inspektur III Itjen Kemendikdasmen, Masrul Latif, sebagai narasumber.
Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Garut mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari satuan pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.










