TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menuturkan jika layanan kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berangsur pulih. Hingga saat ini, tersisa 19 puskesmas yang belum beroperasi secara penuh.
Hal ini ia sampaikan saat memberikan laporan langsung ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat melakukan peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 26 Agustus 2026 hari ini.
Menurutnya, sebagian besar puskesmas tidak mengalami kerusakan berat. Namun, tenaga kesehatan dan masyarakat masih khawatir beraktivitas di dalam bangunan akibat gempa susulan. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, pemerintah mendirikan 122 tenda pelayanan di depan puskesmas.
“Puskesmas ini rata-rata bukan karena bangunannya rusak parah, tetapi masyarakat dan tenaga kesehatan masih takut akibat gempa susulan. Karena itu kami bangun 122 tenda di depan puskesmas,” ujar Suharyanto.
BNPB juga mengerahkan dukungan layanan kesehatan melalui dua kapal rumah sakit milik Angkatan Laut, yakni KRI Dr. Soeharso yang bertugas di Kabupaten Manggarai dan Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga di Kabupaten Manggarai Timur.
Selain itu, pemerintah mendirikan dua rumah sakit lapangan di Kabupaten Nagekeo dan Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, untuk menggantikan fungsi dua rumah sakit umum yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat melayani pasien.
Di luar sektor kesehatan, Suharyanto menyampaikan kondisi infrastruktur dasar juga menunjukkan perkembangan positif. Jaringan listrik di sebagian besar wilayah telah pulih 100 persen, kecuali Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang saat ini baru mencapai tingkat pemulihan sekitar 84,59 persen dan masih dalam proses perbaikan.
Sementara itu, layanan telekomunikasi dilaporkan telah kembali normal sepenuhnya. Adapun pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga telah stabil setelah memasuki hari ke-12 masa tanggap darurat.
“Tidak ada lagi kesulitan BBM, tidak ada lagi antrean. Relatif kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan ketersediaan BBM sudah pulih,” kata Suharyanto.
BNPB menambahkan, untuk jaringan air bersih masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perbaikan dan penanganannya akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.










