TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jika distribusi bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan melalui tiga posko utama, yakni Posko Nasional di Halim Perdanakusuma, Posko Labuan Bajo, dan Posko Maumere.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNPB, Suharyanto saat memberikan laporan langsung ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat melakukan peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 26 Agustus 2026 hari ini.
Tak hanya itu, ia juga menerangkan hingga saat ini sebanyak 2.032 ton logistik telah masuk melalui Posko Nasional Halim Perdanakusuma. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.539 ton telah didistribusikan ke wilayah terdampak, terdiri atas 1.035 ton ke Labuan Bajo dan 504 ton ke Maumere.
“Distribusi logistik untuk korban gempa di NTT ini sangat banyak. Kami punya tiga titik posko, yaitu Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere,” ujar Suharyanto.
Dalam proses pengiriman, ia menuturkan jika BNPB memanfaatkan jalur udara dan laut. Melalui pesawat TNI Angkatan Udara telah dilakukan 34 sortie dengan total muatan 445 ton, sementara penerbangan komersial mencatat 61 sortie yang mengangkut 915 ton logistik. Selain itu, jalur laut telah menyalurkan 179 ton bantuan.
Tak hanya melalui Halim, bantuan juga dikirim langsung ke daerah terdampak. Di Labuan Bajo, logistik yang masuk secara langsung mencapai 2.069 ton. Sementara di Posko Maumere, tercatat 448 ton logistik masuk dan 332,9 ton telah disalurkan kepada masyarakat.
Suharyanto menegaskan, stok bantuan di ketiga posko masih mencukupi dan terus didistribusikan setiap hari. Menurutnya, dukungan dari kementerian dan lembaga, TNI-Polri, sektor swasta, serta pemerintah daerah turut memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat dapat terpenuhi.
“Kami laporkan, baik di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, maupun Maumere, barang logistik cukup banyak tersedia dan setiap hari langsung kami berikan kepada masyarakat. Untuk kebutuhan logistik dasar pada masa tanggap darurat tidak ada permasalahan,” katanya.










