TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur layanan dasar pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, rampung pada akhir Desember 2026. Sejumlah fasilitas ditargetkan sudah dapat difungsikan lebih awal, yakni pada akhir November 2026, untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Pemulihan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dengan menyasar sektor air minum, pengelolaan sampah, serta rehabilitasi gedung Kantor Bupati Aceh Tamiang dan penataan kawasan pemerintahan.
Dody mengatakan, penanganan pascabencana di Sumatra dilakukan secara bertahap, mulai dari pemulihan akses darurat hingga pembangunan kembali infrastruktur secara permanen.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Dody dalam keterangan resmi, Senin, 19 Oktober 2026.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh, Tommy Permadhi, menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang difokuskan untuk memulihkan fungsi infrastruktur dasar sekaligus memperkuat pelayanan publik.
“Penanganan pascabencana di Aceh Tamiang mencakup pemulihan layanan air minum, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, serta rehabilitasi dan penataan kawasan pemerintahan. Seluruh pekerjaan terus kami dorong agar dapat selesai sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Tommy.
Pada sektor air minum, Kementerian PU membangun tiga instalasi pengolahan air (IPA), yakni IPA Kuala Simpang berkapasitas 50 liter per detik, IPA Karang Baru berkapasitas 200 liter per detik, serta IPA Rantau melalui pembangunan instalasi baru berkapasitas 20 liter per detik dan rehabilitasi instalasi eksisting berkapasitas 40 liter per detik.

(Foto: Kementerian PU)
Pembangunan dan rehabilitasi tersebut ditargetkan mampu memperluas cakupan pelayanan air minum hingga sekitar 31.000 sambungan rumah (SR).
Sementara itu, peningkatan fasilitas persampahan dilakukan di TPA Kampung Durian atau TPA Rantau. Pekerjaan meliputi pembangunan sel landfill seluas 1,1 hektare dengan kapasitas hingga 70 ton sampah per hari, instalasi pengolahan air lindi, serta jalan akses.
Kementerian PU juga merehabilitasi gedung Kantor Bupati Aceh Tamiang beserta kawasan sekitarnya. Penataan mencakup lapangan upacara, taman, drainase, area parkir, dan fasilitas pendukung lainnya agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan optimal.

(Foto: Kementerian PU)
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengapresiasi dukungan Kementerian PU dalam pemulihan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebut progres pemulihan secara keseluruhan telah mendekati 80 persen, mencakup rehabilitasi kantor pemerintahan, penataan ruang terbuka hijau, pemanfaatan fasilitas TPA, serta perbaikan layanan air minum.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan Kementerian PU, khususnya Ditjen Cipta Karya, infrastruktur di Aceh Tamiang mulai pulih. Saya melihat pemulihan infrastruktur sudah hampir 80 persen,” tutur Armia.
Meski demikian, Armia berharap pemulihan infrastruktur turut diikuti langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir berulang, salah satunya melalui normalisasi Sungai Tamiang.
Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai target. Pemulihan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mengembalikan layanan dasar, mendukung aktivitas pemerintahan, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat Aceh Tamiang.










