TVRINews, Jakarta
KAI terus memperkuat keandalan dan keselamatan fasilitas di berbagai stasiun LRT Jabodebek guna menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan sistem penerangan, peremajaan lift dan eskalator, serta perawatan infrastruktur stasiun.
Peningkatan fasilitas dilakukan seiring pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek yang terus meningkat sepanjang 2026. Pada periode Januari hingga Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pengguna. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 10.727.798 pengguna.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan fasilitas stasiun menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik yang aman dan terintegrasi.
“Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Karena itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan,” ujar Radhitya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 22 Juni 2026.
Sepanjang tahun 2026, KAI telah melakukan sejumlah pekerjaan peningkatan fasilitas di berbagai stasiun. Pekerjaan tersebut meliputi penambahan dan optimalisasi sistem penerangan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Pancoran, area pintu masuk dan JPO Stasiun Kuningan, area JPO dan lift Stasiun Rasuna Said, serta penambahan pendingin udara di area concourse Stasiun Dukuh Atas.
Selain itu, program peremajaan dan peningkatan keandalan lift serta eskalator juga dilakukan di sejumlah stasiun, antara lain Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1.
Program tersebut mencakup penggantian berbagai komponen utama untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keandalan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari.
KAI juga melaksanakan perawatan korektif lapisan kedap air pada atap di seluruh stasiun LRT Jabodebek guna menjaga kondisi fasilitas tetap optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
Peningkatan jumlah pengguna turut terlihat dari rata-rata pengguna harian pada hari kerja. Pada Januari hingga Mei 2025, rata-rata pengguna harian tercatat sekitar 98 ribu orang. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 120 ribu pengguna per hari pada periode yang sama tahun 2026.
Menurut Radhitya, fasilitas yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung pengalaman perjalanan pengguna, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi.
“LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tambahnya.
KAI menegaskan akan terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas stasiun sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat Jabodebek.










