TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mempercepat penataan kawasan kumuh di wilayah pesisir melalui program terpadu peningkatan kualitas permukiman. Salah satu fokusnya berada di Kampung Nelayan, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung penanganan kawasan tersebut yang mencakup wilayah seluas 24,28 hektare dengan area prioritas 2,23 hektare. Kawasan ini diketahui memiliki tingkat kekumuhan kategori sedang hingga berat di sejumlah RT, yakni RT 002, RT 006, dan RT 007 RW 004.
Dalam program tersebut, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada 23 rumah warga di Tanjung Ria sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Tito menjelaskan, pelaksanaan BSPS di kawasan pesisir dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik lingkungan, termasuk penggunaan material yang lebih tahan terhadap kondisi air laut.

"Karena ini kampung nelayan, pondasinya diperbaiki menggunakan kayu untuk menghindari risiko korosi. Atapnya juga menggunakan seng agar lebih ringan dan sesuai dengan kondisi bangunan di kawasan pesisir," kata Tito dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menambahkan, di Kota Jayapura terdapat sekitar 500 unit rumah yang menerima program BSPS, termasuk 23 unit di Tanjung Ria. Program ini juga diintegrasikan dengan penataan kawasan kumuh agar dampaknya lebih menyeluruh.
Plt Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Rini Dyah Mawarty menyampaikan bahwa penataan kawasan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan penyediaan air bersih.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berbasis data terverifikasi agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kategori desil 1.
Salah satu penerima bantuan, Daniel, yang berprofesi sebagai nelayan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut kondisi rumahnya kini jauh lebih layak dan nyaman untuk dihuni.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri PKP Maruarar Sirait, dan seluruh pihak yang telah membantu kami. Rumah kami sekarang menjadi lebih layak dan nyaman," ujar Daniel.
Selain bantuan rumah, pemerintah juga membangun jalan lingkungan sepanjang 527,14 meter, drainase 21,1 meter, serta tiga unit menara air untuk meningkatkan akses air bersih warga.
Melalui program terpadu ini, pemerintah berharap kawasan permukiman nelayan di Tanjung Ria dapat berubah menjadi lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan layak huni dengan akses infrastruktur dasar yang lebih baik.










