TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa tujuan utama dari setiap pembangunan infrastruktur nasional pada akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas dan merata.
Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY seusai menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
Rapat kerja tersebut digelar khusus untuk membahas dukungan anggaran bagi pelaksanaan tugas koordinasi pembangunan infrastruktur nasional. Menurut Menko AHY, paradigma pembangunan infrastruktur saat ini harus semakin diarahkan untuk menekan biaya hidup masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak semata-mata berorientasi pada fisik belaka.
“Infrastruktur tidak boleh hanya menjadi simbol pembangunan. Yang paling penting adalah bagaimana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, apakah mampu memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan peluang ekonomi,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek hari ini, melainkan juga mempersiapkan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, setiap proyek strategis harus dirancang dengan baik, dijalankan secara efektif, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Sebagai kementerian koordinator yang membawahi lima kementerian teknis dan berbagai lembaga terkait, Kemenko Infrastruktur memiliki mandat penuh untuk memastikan pembangunan nasional berjalan selaras dengan target utama pemerintah. Agenda prioritas tersebut mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, penyediaan air bersih, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah.

Dalam rapat bersama Banggar DPR RI tersebut, Menko AHY juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan urat nadi masyarakat sehari-hari, seperti perumahan rakyat, jaringan irigasi pertanian, akses air bersih, sistem sanitasi, serta konektivitas transportasi untuk memacu aktivitas ekonomi.
“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan manfaat nyata, menurunkan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, membuka akses terhadap pelayanan dasar, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya memaparkan target kementerian.
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY juga menepis anggapan publik yang menilai kementerian koordinator hanya bekerja secara administratif melalui rapat-rapat formal di tingkat pusat.
“Kami tidak hanya bekerja dari balik meja. Justru banyak waktu kami habiskan di lapangan untuk memastikan proyek-proyek berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Menko AHY.
Ia menilai penguatan fungsi monitoring, evaluasi, serta koordinasi lintas kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah menjadi faktor penentu untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang optimal. Sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan nasional yang inklusif.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari pembangunan infrastruktur juga mengalir ke daerah-daerah dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada akhirnya, tujuan pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menghadirkan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia,” pungkas Menko AHY menutup penjelasannya.










