TVRINews, Jakarta
Operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-15. Setelah 114 korban berhasil dievakuasi, Basarnas kini menyiapkan upaya pengangkatan bangkai kapal yang berada di dasar laut.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, keputusan untuk mengangkat bangkai kapal dilakukan sesuai arahan pimpinan setelah proses evakuasi terhadap korban.
“Seperti disampaikan kemarin, bahwa mulai kemarin hari keempat, posisi kapal sudah bergeser ke arah tenggara kurang lebih 453 meter dari posisi awal yang kedalamannya bertambah,” ujar Yudhi dalam evaluasi operasi SAR KM Virgo Transport 8 di Posko SAR Nasional, Kamis, 17 September 2026.
Yudhi menjelaskan, posisi bangkai kapal yang sebelumnya berada pada kedalaman sekitar 21 meter kini berada di kedalaman sekitar 29 meter. Meski demikian, kondisi badan kapal masih dapat terlihat dengan jelas melalui pemantauan dari udara.
“Alhamdulillah kita bisa melihat masih bisa terlihat dengan jelas body kapal yang tenggelam. Kemiringan juga dan kita juga bersyukur tidak ada kebocoran. Sehingga di sekitar kapal itu tidak ada polusi,”jelasnya.
Menurut Yudhi, pemantauan menggunakan helikopter Basarnas juga dilakukan bersama pihak pemilik kapal dan tim ahli untuk memastikan kondisi serta posisi terakhir bangkai kapal.
Sementara itu, peralatan yang disiapkan pihak pemilik kapal untuk mendukung proses pengangkatan mulai digeser dari Surabaya menuju lokasi.
“Jadi, malam ini perlengkapan untuk operasi tersebut sudah digeser dari Surabaya menuju langsung ke lokasi. Begitu ada di lokasi akan saya sampaikan. Mudah-mudahan besok sudah mulai bisa berjalan,”ucapnya.
Dalam persiapan operasi tersebut, penyelam TNI Angkatan Laut dan Kopaska juga telah melakukan penyelaman untuk memeriksa kondisi bangkai kapal. Tim penyelam memasang tali tambat yang digunakan untuk membantu proses penyelaman sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi kapal di bawah permukaan air.
Yudhi mengatakan kondisi laut pada Kamis relatif lebih bersahabat dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi tersebut membantu tim penyelam melakukan pemeriksaan terhadap bangkai kapal.
Basarnas bersama TNI Angkatan Laut, pihak pemilik kapal, tim ahli, dan unsur terkait lainnya selanjutnya akan melakukan langkah teknis untuk proses pengangkatan bangkai kapal. Operasi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi dan keselamatan seluruh personel.










