TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menaruh perhatian pada kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah. Hasil pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan, 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami karies atau gigi berlubang.
Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam program CKG. Ia mengajak seluruh anak sekolah memanfaatkan layanan tersebut untuk mendeteksi masalah kesehatan gigi sejak dini.
“Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41% anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,”kata Prof. Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 17 September 2026.
Prof. Dante menilai, persoalan kesehatan gigi tidak semestinya baru ditangani ketika anak mengalami sakit. Pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan perlu dilakukan untuk mengetahui gangguan sejak awal.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan gigi juga harus dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan perilaku tersebut melalui berbagai kegiatan kesehatan dan pendidikan.
“Intervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya. Sekolah menjadi salah satu kunci karena di sana ada UKS, dokter kecil, pramuka, dan berbagai kegiatan yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan sehat,”tambahnya.
Kemenkes juga mendorong sekolah memberikan edukasi mengenai perawatan gigi, seperti teknik menyikat gigi yang benar, pemilihan makanan yang baik bagi kesehatan gigi, serta penggunaan pasta gigi berfluoride.
Para siswa juga dapat dilibatkan untuk mengenali tanda-tanda gigi berlubang pada teman sebaya melalui kegiatan edukatif sebagai “detektif gigi berlubang”.
Selain pemeriksaan berkala, waktu menyikat gigi turut menjadi perhatian. Anak-anak dianjurkan menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam agar kebiasaan tersebut terbentuk sejak usia dini.
BKGN 2026 mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat”, dengan subtema “Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut.” Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.
Wakil Ketua PB PDGI, Tari Tritarayati, mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali digelar pada 2010.
“Kami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,”ungkap Tari.
Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia sekolah. Kick-off di SDN Menteng 01 diisi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama para siswa.










