TVRINews, Jatinangor
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa hari pertama kegiatan retret gelombang kedua berjalan dengan lancar tanpa adanya keluhan serius dari para peserta.
Menurut Bima Arya, keluhan yang muncul sejauh ini sebagian besar merupakan kondisi yang sudah lama diderita peserta.
"Belum ada keluhan baru. Yang ada hanya keluhan lama, seperti peserta yang mengalami cedera lutut sejak beberapa waktu lalu, sehingga saat berjalan perlu dibantu, dibimbing, atau dipapah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa peserta sempat mengalami kenaikan tensi darah akibat kelelahan.
Namun demikian, kondisi tersebut masih tergolong ringan dan tidak memerlukan penanganan medis yang serius.
"Kita terus memantau kondisi peserta. Sampai saat ini belum ada hal-hal yang sifatnya darurat atau membahayakan," pungkasnya.
Wamendagri Ceritakan Kisah Lucu Peserta Retret yang Kaget dengan Aturan Makan Siang
Ada kisah menarik dari para peserta retret gelombang kedua, yang kaget dengan aturan makan yang ketat dan tak biasa bagi mereka pada hari ini, Minggu, 22 Juni 2025 di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat.
Dimana, pada saat makan siang para peserta disuguhi menu khas Indonesia yang sederhana namun nikmat 4 sehat 5 sempurna yakni nasi, ayam, sayur, dan kacang.
Sebagai tambahan spesial, mereka juga mendapat bonus cendol dawet. Namun, bukan menunya yang menjadi sorotan, melainkan cara penyajiannya yang penuh kedisiplinan.
"Makan siangnya bareng dengan praja, kalau pagi dan malam terpisah. Yang selalu bareng praja itu saat makan siang," ujar Bima Arya kepada awak media temasuk tvrinews.com pada Minggu
Namun, rupanya banyak peserta yang belum terbiasa dengan tata cara makan di lingkungan tersebut.
Bima Arya menuturkan bahwa saat duduk di meja makan, ada peserta yang langsung menyambar pisang, tanpa menunggu aba-aba.
"Kalau di sini, semuanya disiplin. Semua berdasarkan komando dan makan hanya selama dua lagu. Saya tadi lihat, dua lagu sudah selesai dan itu pun sudah diulur-ulur dengan jeda antar lagu masih banyak yang belum selesai makan," jelasnya.
Sebagai bentuk pembelajaran, pihak penyelenggara melalui rektor mulai mensosialisasikan kembali tata tertib makan yakni hanya dua lagu, tidak boleh merokok sembarangan, dan aturan-aturan lainnya.
Tak hanya itu, Bima Arya mengakui bahwa beberapa peserta sempat kaget dengan waktu makan yang terbatas.
"Ada yang cerita, mereka baru makan tiga perempat, tiba-tiba loncengnya sudah bunyi. Jadi pelajaran, besok mereka harus mengatur kecepatan makannya lebih baik," tuturnya sambil tertawa kecil.
Baca Juga: Wamendagri: Lemhannas Akan Bahas Dampak Konflik Global di Retret Gelombang Kedua










