TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif untuk membawa perubahan di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan bergerak secara dinamis. Melalui kepemimpinan tersebut, krisis yang terjadi diharapkan dapat diubah menjadi peluang demi kemajuan bersama.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XI Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) yang berlangsung di Wisma Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026). AHY turut mengapresiasi tema Munas XI Ikastara tahun ini, yaitu Connect, Collaborate, Lead to Change, yang dinilai sangat relevan dengan tantangan masa kini.
AHY menjelaskan bahwa aspek koneksi di dalam tema tersebut harus dimaknai sebagai aset berharga untuk saling memahami potensi, kekuatan, sekaligus kekurangan masing-masing agar para alumni bisa saling melengkapi.
"Artinya koneksi menjadi sebuah aset yang berharga, tentu koneksi dalam arti yang baik, bukan hanya sekedar kenal tetapi karena kita saling mengetahui potensi, kekuatan, tapi juga sekaligus kekurangan masing-masing untuk bisa saling menutupi dan saling melengkapi," kata AHY.
Sementara itu, kolaborasi menjadi kata kunci penting di abad ke-21 yang sarat dengan era digital dan kompetisi antarbangsa yang semakin keras. Melalui kolaborasi yang kuat, Ikastara diharapkan mampu menjadi motor penggerak bersama berbagai elemen bangsa lainnya yang memiliki tujuan sama, yaitu mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
"Dan yang terakhir memimpin untuk mengusung berbagai perubahan atau transformasi yang memang menjadi keniscayaan dalam kehidupan kita, terlebih sekali lagi dunia yang penuh dengan ketidakpastian bergerak dengan cepat dan dinamis, dibutuhkan kepemimpinan yang efektif yang bisa mengubah krisis menjadi peluang dan mengubah semangat perubahan tadi menjadi kekuatan untuk kita bisa maju bersama-sama," lanjutnya.
Saat ini, kekuatan Ikastara tercatat terus berkembang dengan jumlah alumni yang mencapai kurang lebih 10 ribu orang dan tersebar di berbagai bidang serta profesi.
Lebih lanjut, AHY juga menyoroti perkembangan SMA Taruna Nusantara yang kini semakin meluas di Indonesia. Jika dahulu sekolah tersebut hanya berada di Magelang, Jawa Tengah, saat ini lembaga pendidikan tersebut telah dikembangkan di lima kota dan provinsi lainnya, sehingga total memiliki enam lokasi.
"Nah ini saya rasa menjadi sebuah bentuk keseriusan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan sumber daya manusia yang semakin unggul melalui pendidikan yang berkualitas," tutur AHY.
Sistem pendidikan ini difokuskan pada tiga elemen utama, yakni, Kecerdasan intelektual, Karakter dan kepribadian yang unggul, Kesiapan serta kekuatan fisik yang prima.
Dengan fondasi tersebut, para alumni diharapkan siap untuk menjalankan tugas-tugas apa pun, di mana pun mereka berada, dan apa pun profesi yang ditekuni demi kemajuan bangsa.










