TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya menjaga keandalan pelayanan publik yang paling mendasar, khususnya ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan AHY merespons terjadinya gangguan sistem kelistrikan atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera baru-baru ini. Ia menyatakan pihak kementerian tengah memantau secara ketat perkembangan situasi di lapangan.
"Begini, intinya, saya sedang mengikuti juga ya, tentu PLN kita ingin cek seperti apa yang terjadi. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera," ujar AHY saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026.
Menko AHY menjelaskan bahwa ketersediaan energi listrik merupakan urat nadi utama bagi perputaran roda ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, langkah tindak lanjut yang cepat dan terukur dari pihak penyedia layanan menjadi sangat krusial agar dampak pemadaman tidak meluas dan mengganggu sektor-sektor strategis lainnya.
"Dan sebetulnya ya kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar diantaranya listrik, ini juga selalu tersedia dan saya rasa sedang diinvestigasi ya apa masalah utamanya," ungkap Menko AHY.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa gangguan listrik yang mulai terjadi pukul 18.44 WIB diduga dipicu cuaca ekstrem yang berdampak pada sistem transmisi kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatra.
Darmawan menegaskan bahwa jajaran manajemen dan tim teknis PLN bertanggung jawab penuh atas ketidaknyamanan ini serta terus mengupayakan pemulihan sistem interkoneksi secara bertahap.
"Kami atas nama PT PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malamt," ungkap Darmawan Prasodjo dalam konferensi persnya.
Lebih lanjut, Darmawan memastikan bahwa seluruh personel teknis terbaik PLN telah diterjunkan ke titik-titik gangguan dan bekerja selama 24 jam tanpa henti guna menstabilkan kembali pasokan listrik ke rumah-rumah warga.
Pihak PLN juga sedang melakukan investigasi internal yang komprehensif untuk mengidentifikasi akar penyebab utama terjadinya gangguan pada sistem transmisi maupun pembangkit.
Pasokan listrik mulai kembali menyala di beberapa wilayah terdampak sejak Sabtu (23/5/2026) pukul 03.00 WIB. Sementara itu, proses normalisasi di daerah lainnya masih berlangsung secara bertahap.










