TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, memberikan apresiasi tinggi terhadap gaya kepemimpinan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang dinilainya mampu menghadirkan hasil nyata di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh dengan tekanan.
Menurut Bahtra, keberhasilan pemerintah dalam memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjadi bukti konkret bahwa diplomasi Indonesia saat ini bekerja secara efektif, tenang, namun memiliki daya tekan yang kuat di tingkat internasional.
“Pak Sugiono memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang hari ini mulai langka yakni tidak banyak bicara, tidak sibuk membangun sensasi, tetapi fokus bekerja dan menghadirkan hasil nyata. Beliau tenang, tetapi langkah-langkah diplomasi yang dilakukan terasa kuat dan efektif,” ujar Bahtra Banong dalam keteranganna yang diterima, Sabtu 23 Mei 2026.
Politisi ini menilai, di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Sugiono sangat mampu menerjemahkan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dengan pendekatan yang elegan, humanis, serta berorientasi penuh pada perlindungan rakyat. Diplomasi dinilai tidak dijalankan dengan kegaduhan di ruang publik, melainkan melalui kerja senyap yang terukur dan penuh perhitungan matang.
“Kadang yang paling kuat justru bukan yang paling ramai berbicara. Pak Sugiono menunjukkan bahwa ketenangan bisa menjadi kekuatan dalam diplomasi. Beliau bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi hasilnya dirasakan langsung oleh rakyat dan dihormati dunia internasional,” lanjutnya.
Bahtra juga menambahkan bahwa Sugiono berhasil menunjukkan bahwa loyalitas terhadap negara diwujudkan melalui kerja konkret, disiplin tinggi, serta tanggung jawab penuh terhadap amanah yang diberikan oleh Kepala Negara.
“Pak Sugiono memberi pesan penting kepada publik bahwa kepemimpinan bukan soal pencitraan, melainkan soal keberanian mengambil tanggung jawab dan kemampuan menghadirkan solusi. Ketika rakyat membutuhkan perlindungan, negara hadir. Dan di balik kehadiran negara itu, ada kerja diplomasi yang serius, tenang, dan efektif,” tegas Bahtra.
Lebih lanjut, keberhasilan diplomasi perlindungan warga negara ini dinilai semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah, khususnya dalam memastikan keselamatan WNI yang berada di tengah situasi global yang semakin kompleks dan rawan konflik.
“Publik bisa melihat bahwa pemerintah bekerja dengan kesungguhan. Tidak gaduh, tetapi nyata. Tidak banyak retorika, tetapi hasilnya jelas dirasakan rakyat,” tutup Bahtra.










