TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.468 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih mengalami peningkatan sehingga membutuhkan penanganan intensif.
Menurut Berton, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke. Sekitar 90 persen kejadian kebakaran yang disoroti di Papua Selatan berada di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi petugas pemadam kebakaran, terutama dalam menjangkau lokasi kebakaran melalui jalur darat. Oleh karena itu, BNPB mengoptimalkan pengerahan satuan tugas darat dan dukungan operasi udara untuk mempercepat pemadaman.
"Di Papua, 90 persen di Papua Selatan tersebut ada di daerah Merauke. Memang ini sulit untuk Satgas darat, dan upaya untuk Satgas udara juga kita lakukan," ujar Berton dalam konferensi pers Update Info Bencana Terkini melalui kanal Youtube BNPB Indonesia, Jumat, 6 November 2026.
Selain pengerahan personel dan armada pemadam, upaya penanganan karhutla di Kalimantan Timur juga mendapatkan bantuan dari Australia berupa pesawat Hercules untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing.
Berton menjelaskan, penanganan karhutla di sejumlah wilayah menghadapi berbagai kendala, terutama kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman.
"Kalau lahan gambut, kemudian ada angin, berpengaruh atau tidaknya memang sangat banyak untuk memadamkan ini. Faktor-faktor ini yang tidak bisa kita intervensi," jelasnya.
Ia menegaskan, BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus mengoptimalkan berbagai upaya pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara, agar kebakaran tidak semakin meluas.
Dukungan tambahan armada udara diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau petugas pemadam melalui jalur darat.










