TVRINews, Jakarta
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan yang meninggal dunia saat menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang telah kehilangan anggota keluarganya ketika menjalankan tugas di tengah risiko kebakaran hutan dan lahan.
Prasetyo menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers seusai rapat koordinasi pemerintah bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Ia mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga korban, termasuk anak-anak dari para petugas yang gugur saat menjalankan tugas.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami diminta untuk memberikan perhatian termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah marabahaya yang membutuhkan pengorbanan," ujar Prasetyo, Jumat, 6 November 2026.
Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, relawan, dan unsur pemerintah yang telah bekerja keras menangani karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, termasuk melalui operasi pengeboman air (water bombing) menggunakan pesawat dan helikopter, memiliki risiko besar bagi keselamatan personel yang bertugas.
Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mengabdikan diri dalam penanganan karhutla demi melindungi masyarakat dan lingkungan.










