TVRINews - Jakarta
Pemerintah menjajaki pasar baru di Afrika Timur untuk tingkatkan perdagangan, investasi, dan keamanan maritim.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperdalam jangkauan diplomasi di kawasan Afrika Timur melalui penguatan kemitraan strategis dengan Republik Federal Somalia, yang mencakup sektor perdagangan, pertahanan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam dialog bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Somalia Hasan Mohamed Ali di Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari enam dekade.
"Pertemuan bilateral ini menjadi pijakan penting untuk merealisasikan berbagai agenda kerja sama teknis yang konkret serta memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara," ujar Wamenlu RI Muhammad Anis Matta dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat, 6 November 2026
Peluang Strategis di Afrika Timur
Dalam diskusi sektor ekonomi, Jakarta mendorong diversifikasi komoditas perdagangan serta pembukaan jalur investasi baru. Bergabungnya Somalia ke dalam blok ekonomi East African Community (EAC) dinilai membuka akses diplomasi ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia di kawasan tersebut.
Sebagai langkah taktis, Indonesia mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah Mogadishu untuk memfasilitasi pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) antara Indonesia dan konsorsium negara-negara EAC.
Selain sektor fiskal dan niaga, dialog tersebut menggarisbawahi pentingnya harmonisasi hubungan kekonsuleran guna menjamin perlindungan warga negara, sesuai dengan kerangka hukum internasional yang tertuang dalam Konvensi Wina 1963.
Penguatan Keamanan dan Pelatihan Teknis
Di bidang keamanan dan pertahanan, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mentransfer kapasitas teknis, terutama dalam pengawasan keamanan maritim dan modernisasi ketahanan pangan seperti sektor pertanian serta industri pengolahan daging.
Program peningkatan kapasitas diplomatik menjadi salah satu capaian riil dari kemitraan ini. Pada Oktober 2026, dua orang diplomat asal Somalia secara resmi telah menyelesaikan program pelatihan Sekolah Staf dan Pimpinan DIPLOMASI (Sesdilu) Internasional di Jakarta.
Pertemuan di Jakarta ini merupakan kelanjutan dari komunikasi intensif kedua pejabat negara yang sebelumnya sempat berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, pada Agustus lalu.










