TVRINews, Jakarta
Kementerian Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program Perintis Berdaya Connect sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan konektivitas dan pemberdayaan berbasis ekosistem. Program tersebut diluncurkan di Creative Hub, Bandung, Selasa, 12 Mei 2026.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan program ini menjadi wadah yang mempertemukan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi dengan mitra strategis guna menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
"Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi," kata Leontinus dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat UMKM sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.

Dalam kegiatan itu, Kemenko PM turut menggelar dialog bertajuk "Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat" bersama para pelaku usaha untuk menyerap aspirasi secara langsung.
"Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian," ujarnya.
Selain sesi dialog, kegiatan juga dilanjutkan dengan business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dengan para ahli melalui pendekatan people, process, and technology.
Melalui fasilitasi tersebut, para pelaku usaha dapat mengurus berbagai kebutuhan legalitas usaha, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Leontinus menegaskan pemerintah ingin menghadirkan solusi nyata dan cepat bagi pelaku usaha agar dapat meningkatkan daya saing produk di pasar.
"Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360 derajat bagi para pelaku UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya," ucapnya.
Salah satu pelaku usaha asal Bandung, Alhar PP, mengapresiasi program tersebut karena memberikan ruang dialog langsung dengan pemerintah sekaligus membuka akses pendampingan usaha.
"Kami sangat senang dapat berdialog langsung dengan Deputi Kemenko PM. Masukan kami didengar, dan langsung disambungkan dengan solusi melalui pelatihan dan business matching pengurusan sertifikasi ini," imbuh Alhar.
Kemenko PM menyatakan model Perintis Berdaya Connect akan direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari target Kabinet Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing global.










