TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan jejaring global dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Riefky menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga penguatan akses pasar dan pengembangan intellectual property (IP) lokal agar mampu menjadi produk ekonomi berkelanjutan.
"Delapan Asta Ekraf membuka banyak ruang kolaborasi. Tinggal dipetakan sektor mana yang paling potensial untuk dikembangkan bersama," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini tengah mendorong percepatan pelaku usaha kreatif dari tahap rintisan hingga mandiri melalui program kurasi, penguatan IP, akses scale up, promosi, hingga perluasan jejaring pasar.
Kemudian, Riefky juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas subsektor kreatif seperti film, desain, penerbitan, animasi, dan merchandise. Ia menilai sinergi antarsektor dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang monetisasi karya kreatif lokal.
"Banyak anak muda Indonesia yang sudah melahirkan IP-IP kreatif. Tantangannya sekarang bagaimana IP tersebut bisa dimonetisasi dan berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan," ucapnya.










