TVRINews, Lumajang
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026.
Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami tujuh kali letusan. Selain itu, guguran lava pijar terpantau dua kali meluncur dari kawasan puncak dengan jarak mencapai satu koma lima kilometer. Luncuran lava pijar mengarah ke sektor tenggara, menuju kawasan Besuk Kobokan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyebut guguran lava pijar masih menjadi salah satu aktivitas vulkanik yang terpantau.
“Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Yadi Yuliandi dalam laporan tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain guguran lava, kolom abu akibat letusan juga teramati mencapai ketinggian 200 hingga 500 meter di atas puncak. Asap berwarna kelabu hingga kelabu tebal tampak condong ke arah timur. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Petugas mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, khususnya dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya awan panas guguran atau APG. Ancaman banjir lahar hujan juga perlu diantisipasi, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar,” pungkas Yadi.










