TVRINews, Tasikmalaya
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kegiatan overlanding tidak hanya menjadi aktivitas perjalanan dan otomotif, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Jambore Nasional Overlanding Indonesia bertema KALIMUSADA di kawasan Bendungan Leuwi Keris, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang berlangsung 21-23 Agustus 2026.
Founder Overlanding Indonesia itu mengatakan setiap perjalanan yang dilakukan anggota komunitas harus meninggalkan manfaat bagi daerah yang dikunjungi. Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian dari tiga nilai utama Overlanding Indonesia, yakni petualangan, kepedulian, dan pengabdian.
“Kalau kita mencintai Indonesia, maka kita harus ikut merawat Indonesia,” kata AHY.
AHY mengatakan semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan dalam Jambore Nasional KALIMUSADA, mulai dari aksi sosial, kepedulian lingkungan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang dilakukan antara lain santunan anak yatim, bersih-bersih sungai, penanaman pohon, rehabilitasi lima rumah pemulung, penggalangan dana bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta bantuan untuk madrasah di Tasikmalaya.

Menurut AHY, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan tidak harus berhenti pada pengalaman bagi para peserta, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
“Kita ingin setiap perjalanan menghidupkan warung, mengenalkan produk lokal, membuka pasar baru, dan memberi kesempatan kepada UMKM untuk tumbuh,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, AHY menyoroti keterlibatan sekitar 500 anggota Pramuka dari sejumlah SMA dan Madrasah Aliyah di Kabupaten Tasikmalaya dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mampu bekerja sama, mengambil keputusan, memimpin, dan menghadapi berbagai persoalan.
“Indonesia ke depan membutuhkan generasi yang bukan hanya pintar di ruang kelas, tetapi juga tangguh menghadapi keadaan, mampu bekerja sama, peduli kepada sesama, dan berani mengambil tanggung jawab,” kata AHY.
AHY juga menilai pemilihan kawasan Bendungan Leuwi Keris sebagai lokasi jambore memiliki makna tersendiri. Infrastruktur tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya dilihat sebagai bangunan fisik, tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Bendungan Leuwi Keris memiliki fungsi antara lain untuk penyediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir, pembangkitan listrik, perikanan, dan konservasi. Kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi pariwisata, olahraga air, ekonomi kreatif, serta kegiatan UMKM.
“Pembangunan tidak boleh berhenti pada selesainya sebuah proyek. Infrastruktur yang berhasil adalah infrastruktur yang membuat masyarakat di sekitarnya hidup lebih baik,” ujarnya.
AHY menegaskan, menjelajahi berbagai wilayah Indonesia juga menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus menjaga potensi daerah. Karena itu, para pegiat overlanding diminta menghormati lingkungan, budaya, serta masyarakat di setiap daerah yang mereka kunjungi.
Menutup pesannya, AHY mengajak anggota Overlanding Indonesia memastikan setiap perjalanan meninggalkan dampak positif.

“Ke mana pun kita pergi, pastikan ada sesuatu yang kita tinggalkan: pohon yang tumbuh, sungai yang lebih bersih, keluarga yang terbantu, UMKM yang semakin maju, dan harapan yang semakin besar,” tutur AHY.
Ia kemudian menegaskan, perjalanan terbaik bukan diukur dari seberapa berat jalur yang berhasil dilalui.
“Jejak terbaik seorang penjelajah bukanlah bekas roda yang tertinggal di tanah, melainkan manfaat yang tertinggal bagi manusia dan alam yang kita datangi,” pungkasnya.










