TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan pentingnya kolaborasi riset, teknologi, dan investasi dalam membangun sistem layanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat secara luas. Pernyataan tersebut disampaikan Stella saat menghadiri Health Tech Festival yang digelar Universitas Bina Nusantara (BINUS).
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan harus dimulai dari penguatan pengetahuan dan riset yang kemudian didukung investasi serta infrastruktur yang memadai.
“Kalau kita ingin kesehatan berdampak dalam skala besar, kuncinya adalah mudah, murah, dan akurat,” kata Stella, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilepaskan dari ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Riset menghasilkan pengetahuan, investasi mempercepat pengembangan inovasi, sedangkan infrastruktur memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sebagai contoh, Stella menyinggung keberhasilan Beijing Genomics Institute (BGI) yang berkembang menjadi institusi teknologi kesehatan berkelas dunia berkat fondasi riset yang kuat. Di Indonesia, ia menyebut Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) sebagai model infrastruktur yang mendukung riset sekaligus pelayanan kesehatan, termasuk melalui kerja sama penelitian dengan Singapura dan sejumlah institusi di Inggris.
Untuk memperkuat kolaborasi nasional, Kemdiktisaintek juga telah menghadirkan portal riset nasional yang memuat data peneliti dan hasil riset kesehatan. Portal tersebut diharapkan menjadi penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri dalam mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Health Tech Festival BINUS turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Rektor BINUS University Nelly, serta Guru Besar KU Leuven Belgia Bart Van Roepse. Forum ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong lahirnya teknologi kesehatan yang berdampak nyata bagi Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan terus memperkuat integrasi data melalui platform Satu Sehat sebagai rekam kesehatan pribadi masyarakat.
Sementara itu, Rektor BINUS Nelly menegaskan komitmen kampus dalam mendukung inovasi melalui pendanaan khusus bagi proyek-proyek riset strategis.










