TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan media memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, kolaborasi media dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas dampak kebijakan dan mengangkat potensi ekonomi kreatif Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Riefky Harsya saat memberikan keynote speech pada Jatim Media Summit 2026 di Surabaya, Kamis, 30 Juli 2026.
Riefky menjelaskan, Kementerian Ekraf menerapkan pendekatan heksaheliks dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Pendekatan ini melibatkan enam unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, lembaga keuangan, dan media.
"Kami percaya kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Karena itu, kami menggunakan pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, pegiat usaha, komunitas, lembaga keuangan, dan media. Tanpa dukungan media, berbagai upaya yang kami lakukan tentu sulit menjangkau masyarakat secara optimal," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 31 Juli 2026.
Kemudian, ia juga memaparkan implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang diperkuat melalui pengembangan kelembagaan ekonomi kreatif di daerah. Langkah tersebut didukung tiga program unggulan Kementerian Ekraf, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Menurut Riefky, ketiga program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas pelaku ekonomi kreatif, menarik investasi, serta memperkuat daya saing industri kreatif nasional.
"Kami berharap Jatim Media Summit menjadi forum strategis untuk menginisiasi dan mendiskusikan adopsi teknologi serta pengembangan model bisnis media yang lebih adaptif. Seiring keberadaan Kementerian Ekraf, kolaborasi dengan media menjadi sangat penting untuk memperluas pengetahuan publik, memperkuat kapasitas ekosistem kreatif, sekaligus menghadirkan cerita-cerita inspiratif yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.
Dalam paparannya, Riefky juga mengungkapkan capaian positif sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp1.757,87 triliun dengan pertumbuhan mencapai 6,86 persen. Selain itu, ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, mencatat nilai ekspor sebesar US$31,94 miliar, serta realisasi investasi mencapai Rp183,01 triliun.
Capaian tersebut, kata Riefky, semakin memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Jatim Media Summit 2026 mengusung tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif & Transformasi Beyond Media Jawa Timur". Forum ini mempertemukan pemerintah, industri media, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas strategi keberlanjutan bisnis media, transformasi digital, serta penguatan publikasi potensi 21 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.









