TVRINews, Jakarta
Insiden anjloknya Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jakarta Kota pada Selasa, 5 Agustus 2025 pagi, memicu kepanikan dan mengganggu aktivitas warga, terutama karena terjadi pada jam sibuk saat berangkat kerja. KRL Commuter Line nomor 1189 yang melayani rute Bogor–Jakarta Kota keluar dari jalur saat melintas di area emplasemen stasiun sekitar pukul 07.17 WIB.
Akibat kejadian ini, perjalanan KRL terganggu dan terjadi penumpukan penumpang di sejumlah stasiun. Bahkan, operasional kereta jarak jauh ikut terdampak.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.
“Saya sudah menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar insiden ini diinvestigasi secara utuh. Ini penting agar tidak terjadi lagi kesalahan dalam sistem transportasi kereta,” ujar AHY, Rabu, 6 Agustus 2025.
AHY menekankan pentingnya mengetahui akar persoalan dari kejadian ini, apakah berasal dari faktor teknis, kondisi sarana kereta, atau masalah infrastruktur pendukung lainnya.
Baca Juga: Airlangga: Presiden Prabowo Arahkan Percepat Akses Wisata
“Kita ingin tahu secara jelas, apakah ini soal teknis, armadanya, atau prasarana. Semua sedang dalam proses penyelidikan. Kami juga akan ambil langkah mitigasi agar kejadian serupa bisa dicegah di masa mendatang,” imbuhnya.
Dalam sidang kabinet, AHY juga menyoroti pentingnya keselamatan penumpang di seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian. Ia menilai jika insiden terjadi karena kekurangan jumlah armada atau usia sarana yang sudah uzur, maka pemerintah harus segera melakukan penambahan dan peremajaan.
“Perawatan harus ditingkatkan, dan faktor kesalahan manusia (human error) juga harus diminimalkan. Keselamatan publik adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus menyatakan pihaknya langsung mengevakuasi penumpang sesaat setelah kejadian. Proses evakuasi dan normalisasi jalur memakan waktu sekitar dua jam dan selesai pukul 09.57 WIB. Sebagai langkah darurat, perjalanan KRL relasi Bogor–Jakarta Kota dialihkan hanya sampai Stasiun Manggarai.
Insiden ini membuat banyak penumpang terlambat sampai tempat kerja dan menyebabkan kepadatan luar biasa di stasiun-stasiun penyangga. Sejumlah kereta jarak jauh juga mengalami keterlambatan imbas gangguan ini.










