TVRINews, Jakarta
TVRI ungkap euforia FIFA World Cup 2026 berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang akan tersebar di berbagai daerah. Melalui program “Bola Gembira”, TVRI berharap momentum pesta sepak bola dunia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka perputaran ekonomi baru.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, dalam talkshow bertajuk “Piala Dunia dan Harapan Publik 2026” yang disiarkan melalui kanal YouTube.
Dalam perbincangan bernuansa santai tersebut, Wulan menjelaskan perputaran ekonomi yang dimaksud terutama akan dirasakan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) yang berjualan di sekitar lokasi nobar.
“Harapannya salah satunya adalah ekonomi UMK ikut menggeliat. Saat ada nobar, pasti ada masyarakat yang berjualan makanan, minuman, atau lainnya. Jadi multiplier effect-nya ikut bergerak,” ujar Wulan.
Menurutnya, sejak awal penyiaran Piala Dunia memang diarahkan untuk membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Intinya adalah Pak Presiden Prabowo ingin memberikan kegembiraan kepada masyarakat melalui siaran bola yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui kanal TVRI. Jadi mereka tidak sekedar menonton, bergembira bersama, tapi juga ada nilai ekonomi-nya” lanjutnya.
Karena itu, TVRI terus mendorong masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha untuk menggelar nobar resmi melalui program “Bola Gembira”. Selain menciptakan ruang kebersamaan, kegiatan ini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
TVRI membuka pendaftaran nobar resmi melalui portal bolagembira.tvrinews.com. Wulan menegaskan mekanisme pendaftaran dibuat sederhana agar masyarakat dapat ikut meramaikan Piala Dunia secara legal dan tertib.
Selain melalui siaran free to air, TVRI juga menyiapkan akses siaran digital agar masyarakat tetap dapat menikmati pertandingan melalui perangkat telepon genggam atau Handphone. Adapun informasi mengenai kanal siaran digital tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat, atau sebelum Piala Dunia Berlangsung pada 11 Juni 2026.
Melalui program ini, TVRI berharap FIFA World Cup 2026 dapat menjadi momentum yang memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus membawa manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat berbagai daerah di Indonesia.
Guna mendukung produktivitas awak media di sisa satu bulan menjelang turnamen, TVRI juga telah menyiagakan infrastruktur Media Center di Senayan yang dilengkapi dengan stasiun kerja berkecepatan internet tinggi, ruang pemantau untuk 104 pertandingan, hingga fasilitas istirahat bagi jurnalis yang bertugas pada pertandingan jam malam. Ezki menekankan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai rumah bagi kolaborasi kreatif antarjurnalis dari berbagai daerah.
Bagi awak media yang berada di luar Jakarta, TVRI memastikan distribusi akses tetap merata melalui stasiun daerah di seluruh Indonesia dengan sistem koordinasi melalui petugas khusus atau Person In Charge (PIC) di tiap stasiun daerah. “Kami ingin memastikan tidak ada hambatan geografis bagi media lokal untuk mendapatkan materi siaran yang legal,” tutup Ezki.










