TVRINew, Jambi
Warga Kota Jambi kembali dihadapkan pada kondisi udara yang memburuk. Kabut asap mulai terlihat lagi di sejumlah kawasan setelah sebelumnya kondisi udara sempat membaik akibat hujan yang mengguyur wilayah Jambi.
Kondisi tersebut tercermin dari pemantauan kualitas udara pada Sabtu pagi, 26 September 2026. Data IQAir mencatat indeks kualitas udara Kota Jambi berada pada angka 155, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 61,5 mikrogram per meter kubik. Data pemantauan tersebut berasal dari atribusi dua stasiun milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kembalinya kabut asap turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi. Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Rido, mengatakan kondisi udara saat ini perlu kembali diwaspadai masyarakat.
“Untuk kondisi saat ini, Kota Jambi kembali diselimuti kabut asap. Kualitas udara juga sudah dalam kondisi tidak sehat,” kata Saleh dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 26 September 2026.
Pemkot Jambi terus mengikuti perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu. Menurut Saleh, kondisi tersebut sangat dinamis karena dipengaruhi arah angin serta pergerakan asap dari kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau kondisi kabut asap semakin pekat dan kualitas udara semakin memburuk, tentu akan menjadi perhatian kita, termasuk terhadap aktivitas anak-anak di sekolah nantinya,” ujarnya.
Munculnya kembali kabut asap juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Pemkot Jambi menyatakan keputusan terkait pola pembelajaran pada Senin mendatang akan disesuaikan dengan kondisi udara. Pemerintah akan berpedoman pada Surat Edaran Wali Kota Jambi apabila kualitas udara kembali mengalami penurunan.
Langkah tersebut terutama menjadi perhatian untuk melindungi anak-anak dari paparan udara yang tidak sehat.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan kondisi udara. Ketika kabut asap semakin pekat, warga dianjurkan membatasi kegiatan di luar ruangan dan memakai masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, gunakan masker saat beraktivitas di luar dan terus mengikuti perkembangan kualitas udara. Kalau kondisi semakin memburuk, tentu langkah antisipasi akan kembali kita lakukan,” tutup Saleh.
Sebelum kembali memburuk, kualitas udara di Kota Jambi sempat menunjukkan kondisi yang lebih baik selama beberapa hari.
Hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, turun di Kota Jambi dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Jambi. Guyuran hujan tersebut membantu mengurangi kepulan asap sekaligus memberikan dampak terhadap sejumlah titik lahan yang terbakar.
Namun, ketika hujan mulai berhenti, kabut asap kembali muncul. Pada Sabtu pagi, kondisi berkabut kembali terlihat di sejumlah ruas dan kawasan Kota Jambi.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Kondisi dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan perkembangan kebakaran hutan serta lahan di wilayah sekitar.










