TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, terus dipercepat.
Penanganan dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas pemerintahan dan layanan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Hingga 25 September 2026, Kementerian PU telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka.
Selain bangunan pemerintahan, penanganan juga mencakup pembersihan fasilitas publik, pemulihan layanan air minum, pembukaan akses jalan, hingga normalisasi aliran sungai.
“Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Kementerian PU melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan, dan memastikan pemenuhan layanan dasar,” kata Dody dikutip, Sabtu, 26 September 2026.
14 Bangunan Pemerintah Diperiksa
Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatra Barat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU memeriksa 14 massa bangunan di kawasan perkantoran Arosuka.
Bangunan yang diperiksa mencakup gedung DPRD, Inspektorat, sejumlah kantor dinas, laboratorium, serta fasilitas pemerintahan lainnya.
Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan tingkat kerusakan. Penanganan dapat berupa pembersihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
Sejumlah bangunan diketahui mengalami kerusakan pada bagian arsitektur dan utilitas. Sementara beberapa fasilitas lainnya masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan setelah material lumpur berhasil dibersihkan.
Pembersihan juga dilakukan di sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat. Kementerian PU melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumbar menangani Masjid Jami' Ikhlas Ar Rahman, Mushalla Al Izzah, dan Puskesmas Kayu Jao.
Material lumpur yang menutupi halaman, drainase, serta area sekitar bangunan dibersihkan menggunakan alat berat dan secara manual pada bagian yang sulit dijangkau. Petugas juga melakukan evakuasi kendaraan yang terseret arus banjir.
Layanan Air Bersih Mulai Dipulihkan
Pemulihan layanan air minum menjadi bagian lain yang dikerjakan Kementerian PU. Jaringan Distribusi Utama (JDU), Jaringan Distribusi Bagi (JDB), dan pipa HDPE sementara disambungkan kembali untuk mendukung pelayanan ke sejumlah fasilitas penting.
Layanan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan RSUD Kabupaten Solok, Kantor Bupati atau Posko Utama, serta sekitar 750 sambungan rumah.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan, Kementerian PU juga menyiapkan dukungan air bersih melalui tiga mobil tangki air.
Akses Jalan dan Sungai Ditangani
Di sektor konektivitas, Satgas Tanggap Darurat BPJN Sumbar membersihkan material yang menutup ruas Jalan Nasional Batas Kota Solok–Lubuk Selasih.
Pembersihan dilakukan pada badan dan bahu jalan, termasuk area di bawah jembatan. Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup.
Penanganan juga dilakukan pada aliran sungai. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang melakukan normalisasi Batang Baliang di kawasan Komplek Nuansa Griya Arosuka, Nagari Batang Barus.
Batu dan lumpur yang menghambat aliran sungai dibersihkan untuk membantu memperlancar aliran air.
Tidak hanya di bagian hilir, kajian di wilayah hulu juga dilakukan. Kementerian PU menyiapkan kajian dan desain cepat, termasuk opsi pembangunan sabo dam yang berfungsi mengendalikan material sedimen.










