TVRINews – Jakarta
Sinergi KSSK dan Kementerian Keuangan memastikan stabilitas pasar serta daya beli masyarakat tetap terjaga aman.
Perekonomian nasional menunjukkan resiliensi yang solid di tengah eskalasi ketidakpastian global dan dinamika pasar keuangan internasional. Pemerintah bersama otoritas terkait memastikan fondasi makroekonomi tetap terkendali melalui koordinasi kebijakan yang erat serta optimalisasi instrumen fiskal sebagai peredam kejut.
Berdasarkan evaluasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sektor fiskal, moneter, serta perbankan domestik mempertahankan kinerja yang stabil sepanjang triwulan ketiga 2026. Kendati demikian, tekanan eksternal sempat meningkat pada Oktober lalu akibat gejolak geopolitik, pergerakan harga komoditas energi dunia, serta penyesuaian suku bunga global yang memicu arus modal keluar.

"Kami terus mencermati dinamika global secara proaktif serta memperkuat kolaborasi lintas lembaga guna mengantisipasi potensi risiko rambatan," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dikutip Rabu 4 November 2026.
Ketahanan domestik ini turut ditopang oleh permintaan dalam negeri yang terjaga, investasi, serta kinerja ekspor yang stabil. Sejumlah indikator sektor riil memperlihatkan tren ekspansif, di antaranya lonjakan penjualan kendaraan bermotor serta peningkatan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang berada di zona ekspansi. Atas dasar tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun ini diestimasikan berada pada kisaran 5,4 hingga 5,5 persen.
Dari sisi postur anggaran, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 mencatatkan kinerja yang ekspansif sekaligus kredibel. Pendapatan negara tumbuh signifikan ditopang penerimaan perpajakan dan kepabeanan, sementara belanja negara dialokasikan secara optimal untuk perlindungan sosial serta akselerasi pembangunan infrastruktur strategis.
Selain itu, pengelolaan pembiayaan anggaran dijalankan secara terukur dan penuh kehati-hatian guna menjaga kesehatan likuiditas nasional. Langkah ini dibarengi dengan penempatan investasi pemerintah pada sektor-sektor prioritas guna mendorong pemerataan kesejahteraan serta produktivitas jangka panjang.









