TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menekankan peningkatan produktivitas perusahaan harus diiringi kemampuan menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Keselarasan tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Hal itu disampaikan Yassierli dalam Evaluasi Kegiatan Pendampingan Peningkatan Produktivitas yang merupakan proyek percontohan (pilot project) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terhadap 20 perusahaan.
Menurut Yassierli, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dilakukan melalui perbaikan proses produksi di internal perusahaan. Perusahaan juga perlu memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik serta mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar.
Ia menjelaskan, pendekatan peningkatan produktivitas dilakukan melalui konsep 4P+1M, yang mencakup proses kerja (process), kualitas produk (product), kompetensi sumber daya manusia (people), kebijakan perusahaan (policy), dan pemasaran (marketing).
Dari kelima aspek tersebut, pemahaman terhadap kebutuhan pasar menjadi perhatian penting. Sebab, peningkatan kapasitas produksi tidak akan memberikan dampak optimal apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki pasar yang jelas.
"Peningkatan produktivitas ini tidak akan berdampak nyata jika pasarnya tidak mampu menyerap produk tersebut," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu, 4 November 2026.
Kemudian ia juga menegaskan, setiap program pendampingan peningkatan produktivitas harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur bagi perusahaan.
Pendampingan yang dilakukan sejak September tersebut menjadi upaya Kemnaker untuk mendorong peningkatan produktivitas perusahaan secara terstruktur dan berkelanjutan. Dalam evaluasi, sejumlah perusahaan turut memaparkan perkembangan hasil pendampingan selama dua bulan.
Yassierli berharap, keberhasilan proyek percontohan ini dapat menjadi landasan untuk memperluas cakupan program pendampingan pada tahun depan.
"Jika saat ini pendampingan baru menjangkau puluhan perusahaan, ke depannya program tersebut harus mencakup ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan," tutur Yassierli.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah mengatakan, peningkatan produktivitas perusahaan merupakan bagian dari strategi Kemnaker dalam memperkuat sisi permintaan tenaga kerja (demand).
Upaya tersebut dilakukan secara beriringan dengan penguatan sisi penawaran sumber daya manusia (supply) melalui pelatihan vokasi dan pemagangan.
"Jadi, kita melakukan intervensi dari sisi supply melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, kemudian dari sisi demand melalui peningkatan produktivitas perusahaan," kata Darmawansyah.









