TVRINews, Trenggalek
Prosesi Kirab Pusaka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek berlangsung meriah, Ribuan warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut, di mana Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai energi bersama untuk memperkuat persatuan dan membangun daerah.
“Harapan saya, Hari Jadi ke-832 ini membawa semangat seluruh masyarakat Trenggalek untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Novita dalam keterangannya pada Rabu 2 September 2026.
Menurutnya, kirab pusaka tidak semata-mata menjadi perayaan atau ritual tahunan. Tradisi tersebut memiliki makna spiritual sebagai momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek.

“Prosesi ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga langkah spiritual untuk membawa doa-doa agar Trenggalek dijauhkan dari marabahaya, bencana, kekeringan, dan kemiskinan,” tegasnya.
Novita juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang kembali memenuhi jalur kirab. Baginya, perjumpaan langsung dengan warga menjadi bagian penting dari makna peringatan hari jadi.
“Alhamdulillah, kali ini kita kembali melaksanakan adat untuk berkeliling dan menyapa masyarakat. Antusiasme warga luar biasa. Semoga energi ini menjadi kekuatan bersama untuk membangun Trenggalek,” katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-832 dapat menjadi momentum memperkuat gotong royong dan optimisme masyarakat dalam mewujudkan Trenggalek yang semakin sentosa, sejahtera, dan abadi.
Rangkaian prosesi kirab telah diawali dengan penjamasan atau penyucian pusaka dua hari sebelumnya. Pusaka Kabupaten Trenggalek kemudian menjalani prosesi bedol desa menuju Balai Desa Kamulan, lokasi Prasasti Kamulan yang menjadi salah satu penanda sejarah Hari Jadi Trenggalek.

Sementara itu, pusaka milik Bupati Trenggalek diboyong menuju Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, sebelum selanjutnya dibawa kembali ke Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan warisan budaya Trenggalek, sekaligus menghadirkan ruang refleksi agar peringatan hari jadi tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat membangun daerah.









