TVRINews, Jakarta
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong hampir 10 juta mahasiswa di Indonesia terlibat aktif dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Innovilleague 2026, sebuah gerakan yang menghubungkan potensi perguruan tinggi dengan berbagai persoalan kemiskinan yang dihadapi masyarakat di 74 ribu desa.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris mengatakan, mahasiswa tidak hanya didorong menghasilkan gagasan di lingkungan kampus, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat.
"Di satu sisi kita memiliki jutaan penduduk miskin di desa yang membutuhkan pendampingan. Di sisi lain, terdapat sekitar 10 juta mahasiswa yang potensinya belum sepenuhnya tersalurkan. Inilah kesenjangan yang semestinya bisa kita jembatani bersama," ujar Abdul Haris dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, Innovilleague 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya menggerakkan kekuatan akademik nasional untuk menjawab persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.
Indonesia saat ini memiliki 4.416 perguruan tinggi, 33.741 program studi, dan 9.967.487 mahasiswa aktif. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal besar untuk memperluas gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.
Lebih lanjut, Abdul Haris menyebut persoalan kemiskinan di desa masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, angka kemiskinan nasional mencapai 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,10 juta jiwa berada di wilayah perdesaan. Sementara itu, 2,20 juta jiwa masih berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka nasional tercatat sebesar 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta jiwa. Sebanyak 1,21 juta di antaranya merupakan lulusan Diploma dan Sarjana.
"Inilah saatnya kita membuktikan bahwa kampus adalah ruang untuk bertindak nyata, bukan hanya ruang untuk berdialektika semata," ucapnya.

Melalui Innovilleague, mahasiswa dapat mengikutsertakan berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan bersama masyarakat. Program tersebut antara lain KKN dan KKN Tematik, proyek sosial dan kemasyarakatan, kewirausahaan sosial, teknologi tepat guna, hingga inovasi pemberdayaan lainnya.
Berbeda dengan kompetisi yang hanya menilai gagasan atau proposal, Innovilleague memberikan apresiasi terhadap program yang telah benar-benar dijalankan bersama masyarakat.
Aspek keberlanjutan program menjadi indikator dengan bobot penilaian tertinggi, yakni 30 persen, disusul dampak nyata sebesar 25 persen. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan diharapkan tetap memberikan manfaat meski masa kegiatan mahasiswa telah berakhir.
Innovilleague 2026 juga diperluas dalam skala nasional melalui kolaborasi Kemenko PM bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Program tersebut dibagi dalam tiga regional, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Pada penyelenggaraan 2025, Innovilleague diikuti 482 tim yang melibatkan 1.894 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan menghasilkan ratusan inovasi pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, sebanyak 4.014 perguruan tinggi sebelumnya telah mendeklarasikan kesanggupan untuk mendampingi 40.000 desa selama periode 2026-2029.
Kemudian, Abdul Haris menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan pendampingan, inovasi, serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan wilayah tidak akan terjawab hanya dengan kebijakan dari Jakarta. Ia akan terjawab ketika mahasiswa di seluruh penjuru negeri berani turun, terlibat, dan menciptakan solusi bersama masyarakat desa," imbuhnya.
Pendaftaran Innovilleague 2026 dibuka pada 1-30 September 2026 melalui laman Mandaya. Puncak penganugerahan Mandaya Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.









