TVRINews, Sumatera Utara
TNI melaksanakan respons cepat sekaligus langkah antisipatif menyikapi meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berstatus Level III (Siaga), Rabu 2 September 2026.
Meski belum ada permintaan dari pemerintah daerah, TNI telah berinisiatif menyiagakan 1.012 personel beserta sarana pendukung dan logistik untuk membantu masyarakat serta mengantisipasi perkembangan situasi.

[Foto: Puspen TNI]
Kesiapan TNI didukung kendaraan, perlengkapan evakuasi, alat kesehatan dan komunikasi, serta penyiapan lokasi evakuasi. TNI juga menyiapkan Posko Utama di Makodim 0205/TK dan Poskotis di Koramil 04/SE untuk mendukung koordinasi dan penanganan di lapangan.
Pihak TNI menyatakan langkah penyiapan ini dilakukan agar bantuan dapat bergerak cepat saat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
“Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan penuh TNI di lapangan. Walaupun belum ada permintaan resmi dari pemda, seluruh personel dan sarana pendukung sudah disiagakan agar bisa langsung bergerak jika situasi memburuk,” demikian keterangan Puspen TNI, Rabu.

[Foto: Puspen TNI]
TNI mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 hingga 4,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta mewaspadai potensi bahaya lahar di sekitar aliran sungai. Delapan desa yang berada di zona merah telah dikosongkan seluruhnya.
TNI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan empat SPPG di lokasi yang berpotensi terdampak serta memastikan ketersediaan 650 ton beras di Gudang Bulog Tanah Karo sebagai bagian dari kesiapan dukungan logistik.
TNI terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

[Foto: Puspen TNI]









