TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) membuka Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah, Selasa, 1 September 2026.
Melalui penyelenggaraan LDI, Puspresnas menyediakan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas komunikasi dan berdebat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan mengangkat isu-isu global aktual.
“LDI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari ekosistem manajemen talenta yang mendorong pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Kepala Puspresnas, Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, dikutip dari siaran persnya, Kamis, 3 September 2026.
Irene menambahkan, antusiasme murid untuk mengikuti LDI juga menunjukkan peningkatan. Jumlah pendaftar pada 2025 tercatat sebanyak 12.780 peserta, sementara pada 2026 meningkat menjadi 17.115 peserta.
Peningkatan jumlah pendaftar tersebut mencapai 34 persen. Capaian ini menunjukkan semakin luasnya minat murid untuk mengembangkan kemampuan debat, komunikasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan melalui ajang talenta yang diselenggarakan Puspresnas.
Penyelenggaraan LDI Tingkat Nasional 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, secara daring. Kegiatan diikuti oleh 38 provinsi di Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Malaysia, Tailan, dan Singapura, dengan mempertandingkan dua cabang ajang, yaitu Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris.
Setiap provinsi mengirimkan masing-masing tiga murid untuk cabang Debat Bahasa Indonesia dan tiga murid untuk Debat Bahasa Inggris. Dengan demikian, jumlah keseluruhan finalis LDI Tingkat Nasional 2026 mencapai 234 murid.
Salah satu peserta asal provinsi Sulawesi Utara, Neil Delen Walandow (SMA Negeri 9 Manado) menyampaikan tekadnya untuk meraih prestasi terbaik pada ajang LDI Tingkat Nasional cabang ajang Debat Bahasa Indonesia.
“Persiapan bersama tim cukup intensif dengan memperdalam isu-isu terkini, riset, dan sparring. Target utama kami juara satu dan tentunya pengalaman dari peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia lainnya,” ucap Neil.
Begitu juga dengan Allesia Keiran The (SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk) dari provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, LDI Tingkat Nasional bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk terus belajar dan mengembangkan talentanya di bidang debat.
“Setiap hari kami latihan dan tim kami terus berkembang. Kami berusaha memberikan performa terbaik pada ajang LDI kali ini. Kami sangat bersyukur dengan terselenggaranya LDI Tingkat Nasional” ungkap Allesia.
Selain kompetisi, LDI 2026 juga memberikan apresiasi dan peluang pengembangan talenta lebih lanjut bagi para pemenang. Sebanyak 15 Best Speakers LDI Tingkat Nasional 2026 pada cabang ajang Debat Bahasa Inggris, yaitu peringkat 1 sampai dengan 15, akan memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan dan pembinaan MUN Academy yang difasilitasi oleh International Global Network.
Dari 15 peserta tersebut, selanjutnya akan dipilih tiga peserta terbaik untuk menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 Malaysia, yang akan dilaksanakan pada 15 s.d. 18 Januari 2027.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan talenta murid melalui pengalaman dan pembinaan lanjutan. Dengan demikian, prestasi yang diraih dalam LDI dapat menjadi bagian dari perjalanan pengembangan talenta secara berkelanjutan.
Kemendikdasmen, khususnya melalui LDI terus mendorong lahirnya murid yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara logis, memiliki wawasan luas dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat nasional maupun global, dan memperoleh keberlanjutan dalam pengembangan talenta di bidang debat.









