TVRINews – Jakarta
Fokus Lele dan Nila, Pemerintah Bidik Ribuan Lokasi Baru Sepanjang Tahun Ini
Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung pemenuhan gizi publik melalui perluasan budi daya ikan darat tematik. Sepanjang tahun 2026, program ini diproyeksikan mencakup hingga 4.000 lokasi di berbagai wilayah Nusantara.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut dirancang guna mendongkrak ketersediaan protein hewani di dalam negeri. Selain itu, program ini diintegrasikan secara langsung dengan rantai pasok nasional, termasuk untuk menyokong kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

(Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari. (Foto: Youtube Bakom RI))
"Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan pasokan konsumsi domestik, tetapi juga dirancang sebagai pilar penunjang program prioritas presiden, yakni Makan Bergizi Gratis," ujar Qodari dikutip Kamis 3 September 2026.
Landasan program ini mulai diletakkan sejak tahun 2025 melalui uji coba di 100 titik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. Ke depan, eskalasi wilayah akan dilakukan secara terukur dengan berpedoman pada tingkat kesiapan infrastruktur dan sumber daya lokal.
Pendekatan yang diterapkan pemerintah bersifat komprehensif. Proses eksekusi tidak terbatas pada penyediaan fisik sarana produksi, melainkan mencakup tahapan verifikasi lahan yang ketat, seleksi penerima manfaat yang transparan, pelatihan teknis, penebaran benih berkualitas, hingga pendampingan intensif hingga masa panen dan pemasaran.
Sepanjang tahun 2026, fokus komoditas diarahkan pada ikan lele dan nila. Kedua jenis ikan tersebut dipilih karena memiliki adaptasi yang baik terhadap lahan terbatas, siklus pemeliharaan yang relatif singkat, serta serapan pasar yang tinggi di tengah masyarakat.
Guna mendongkrak efisiensi operasional, pemerintah turut mendorong penerapan teknologi bioflok bagi para pembudi daya. Metode modern ini terbukti mampu menghemat penggunaan air secara signifikan, mengoptimalkan konversi pakan, serta meningkatkan produktivitas total dengan standar ramah lingkungan.
Kendati demikian, fleksibilitas tetap diberikan bagi pengembangan varietas ikan air tawar lainnya seperti patin, gurami, maupun ikan mas, menyesuaikan dengan karakteristik geografis dan potensi ekonomi daerah masing-masing.
Lebih lanjut, keberhasilan hulu produksi ini dipersiapkan agar terhubung langsung dengan hilir distribusi. Hasil panen para pembudi daya nantinya akan disalurkan melalui kelembagaan koperasi atau pengelola resmi menuju berbagai jejaring pasar.
"Distribusi hasil panen akan dioptimalkan melalui koperasi dan lembaga pengelola untuk menjangkau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pasar tradisional, industri pengolahan, hingga sektor ritel," pungkas Qodari.
Melalui target masif di 4.000 titik pada tahun ini, pemerintah optimistis sektor perikanan darat mampu menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bergizi yang merata bagi masyarakat luas.









