TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengedukasi perempuan mengenai pencegahan kanker serviks dan kanker payudara melalui Program Kesehatan Wanita. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Program tersebut diinisiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) BMKG di Auditorium BMKG, Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-55 KORPRI dan HUT ke-27 DWP Tahun 2026.
Ketua DWP BMKG, Mora Claramita Teuku Faisal Fathani, mengatakan edukasi mengenai kanker serviks dan kanker payudara penting dilakukan mengingat kedua penyakit tersebut masih menjadi ancaman bagi kesehatan perempuan. Menurutnya, risiko penyakit dapat ditekan melalui pencegahan dan deteksi dini.
“Kanker serviks dan kanker payudara merupakan dua jenis kanker yang mengancam kesehatan perempuan. Namun, risiko penyakit ini dapat diwaspadai sejak awal. Kanker serviks, misalnya, dapat dicegah secara signifikan melalui vaksinasi HPV. Sementara itu, deteksi dini kanker payudara perlu dilakukan secara rutin agar apabila ditemukan kelainan, dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Mora dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 6 November 2026.
Ia menjelaskan, perempuan yang memiliki tanggung jawab dalam keluarga maupun pekerjaan sering kali disibukkan dengan berbagai aktivitas. Akibatnya, perhatian terhadap kesehatan pribadi terkadang terabaikan. Padahal, kondisi kesehatan yang baik menjadi salah satu faktor penting agar perempuan dapat menjalankan berbagai perannya secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS).
Materi juga mencakup pencegahan kanker serviks melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap smear, serta vaksinasi HPV.
“Melalui sosialisasi hari ini, kita diharapkan dapat memahami pentingnya SADARI dan SADANIS untuk deteksi dini kanker payudara, serta pemeriksaan berkala dan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Informasi ini juga perlu disebarluaskan kepada keluarga, termasuk kepada anak-anak perempuan, agar semakin banyak yang memahami pentingnya perlindungan kesehatan sejak dini,” jelasnya.
Mora juga mengimbau anggota DWP dan KORPRI agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, skrining, dan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi tenaga medis. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar sehingga kesadaran mengenai pencegahan kanker semakin meningkat.
“Kesehatan wanita adalah pilar utama kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan sehat, mereka dapat terus berkontribusi secara optimal, baik bagi keluarga maupun dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,”ucapnya.
Ia turut mengingatkan perempuan agar tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebab, pemeriksaan bukan bertujuan mencari penyakit, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat indikasi gangguan kesehatan sehingga dapat segera ditangani secara tepat.
Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Yeni Febriyanti, yang membahas kanker serviks dan pencegahannya; Ana Mufidah, yang menyampaikan materi deteksi dini dan pencegahan kanker payudara; serta dr. Pipien Indirawaty, yang mengulas peran vaksinasi HPV dalam mencegah kanker leher rahim.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap pemahaman perempuan di lingkungan BMKG dan keluarganya mengenai faktor risiko, tanda peringatan, pencegahan, serta deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara semakin meningkat. Selain itu, peserta diharapkan mengetahui manfaat dan sasaran vaksinasi HPV serta memanfaatkan layanan skrining sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kegiatan ini juga melibatkan Klinik Pratama BMKG, DWP BMKG, KORPRI BMKG, dan mitra kesehatan sebagai bentuk kerja sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan. Dengan pengetahuan yang memadai dan pemeriksaan secara berkala, perempuan diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga.









