TVRINews, Jakarta
Kementerian Perhubungan terus memperkuat dukungan terhadap operasi pencarian dan penanganan korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Dari total 243 orang yang berada dalam kapal, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam lainnya meninggal dunia. Hingga kini, 129 orang masih dalam pencarian.
Dari korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri dari 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Sementara itu, 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan dibawa ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga memperluas dukungan pencarian dengan melibatkan kapal-kapal yang berlayar di sekitar lokasi kejadian. Melalui Notice to Mariners atau NTM, kapal yang berada di sekitar wilayah operasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan ikut membantu melakukan pemantauan di laut.
Apabila menemukan korban, benda yang diduga berkaitan dengan kecelakaan, atau informasi penting lainnya, kapal diminta segera melaporkannya kepada KSOP, Vessel Traffic Service atau VTS, Stasiun Radio Pantai atau SROP, maupun unsur terkait.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur untuk memperkuat operasi pencarian.
“Kami terus mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu pencarian korban. Koordinasi dengan seluruh unsur terus dilakukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi,” ujar Masyhud, Selasa, 15 September 2026.
Selain mendukung pencarian, Kemenhub memperkuat sistem komunikasi antara kapal-kapal yang berada di lokasi kejadian dengan petugas di darat. Pemantauan dilakukan melalui VTS dan SROP. Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit juga dikerahkan sebagai penghubung komunikasi radio atau relay antara kapal di wilayah operasi dengan SROP.
Penggunaan kapal relay diperlukan karena jarak lokasi pencarian cukup jauh sehingga tidak seluruh kapal dapat melakukan komunikasi radio secara langsung dengan petugas di darat.
“Dukungan komunikasi kami perkuat agar informasi dari kapal-kapal di lokasi dapat diterima petugas di darat secara cepat. Ini penting untuk mendukung koordinasi selama operasi pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga memberikan pendampingan dalam penanganan korban dan keluarga. Salah satunya melalui dukungan kepada PT Jasa Raharja dalam proses penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia.

(Foto: Kemenhub)
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 terjadi saat kapal melayani rute Surabaya–Banjarmasin. Hingga kini, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan.
Masyhud menegaskan Kementerian Perhubungan akan terus mengikuti perkembangan operasi dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
“Prioritas kami saat ini adalah mendukung pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta memastikan korban dan keluarga mendapatkan penanganan yang baik. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak sampai proses penanganan ini berjalan secara optimal,” pungkas Masyhud.










