TVRINews - Jakarta
Perhelatan FIFA World Cup 2026 bukan sekadar panggung olahraga terbesar di dunia, melainkan juga katalisator pertumbuhan ekonomi nasional yang masif. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, sebagai official broadcaster, memproyeksikan bahwa fenomena nonton bareng (nobar) akan menciptakan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Dengan keterlibatan 48 negara dan 104 pertandingan, energi dari turnamen ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak berbagai sektor usaha secara simultan.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menjelaskan bahwa tradisi nobar di Indonesia kini telah berevolusi menjadi aktivitas ekonomi yang sangat produktif. Munculnya ribuan titik nobar diprediksi akan memicu lonjakan konsumsi yang luar biasa di tingkat akar rumput. “Setiap titik nobar adalah ekosistem ekonomi mikro. Ada sirkulasi uang yang berputar cepat, mulai dari penyewaan tempat, layanan katering, hingga penyediaan infrastruktur pendukung. Ini adalah momentum emas di mana euforia olahraga selaras dengan penguatan daya beli masyarakat,” ujar Ezki dalam keterangannya di Jakarta.
Sektor yang paling berpeluang meraup keuntungan adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ezki memaparkan sejumlah peluang yang dapat dioptimalkan, antara lain penyediaan kuliner khas lokal, penjualan atribut pendukung (merchandise), hingga jasa penyelenggaraan acara kreatif.
Format nobar yang interaktif memberikan panggung bagi para pengusaha untuk menjaring audiens yang lebih luas. “Kami ingin melihat kedai kopi, restoran, hingga komunitas di daerah memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan omzet mereka melalui kreativitas dalam menyajikan pengalaman menonton yang berkesan bagi pelanggan,” tambahnya.
Namun, TVRI menekankan bahwa kunci keberlanjutan ekonomi ini terletak pada penyelenggaraan kegiatan yang tertib dan memiliki lisensi resmi. Ezki menegaskan bahwa aspek legalitas adalah bentuk perlindungan bagi investasi pelaku usaha itu sendiri. Kegiatan nobar yang berizin memberikan jaminan kepastian hukum, sehingga penyelenggara terhindar dari risiko teknis maupun hukum yang dapat mengganggu jalannya bisnis. Hal ini juga memastikan kontribusi ekonomi yang dihasilkan dapat tercatat sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang sehat dan profesional.
“Ketertiban dalam penyelenggaraan adalah kunci agar ‘panen cuan’ ini dapat dirasakan secara maksimal tanpa kendala hukum. Dengan mendaftarkan lisensi resmi, para pelaku usaha menunjukkan profesionalitas mereka sekaligus memberikan rasa aman bagi konsumen yang hadir,” pungkas Ezki.
TVRI mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan portal resmi bolagembira.tvrinews.com sebagai rujukan utama pendaftaran dan koordinasi kegiatan nobar. Melalui sinergi yang tertib, diharapkan Piala Dunia 2026 dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.










