TVRINews, Aceh
Geliat ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang perlahan mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi, menandai bangkitnya aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali ramai. Warga terlihat beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang Herman mengungkapkan kondisi pasar kini sudah berangsur pulih.
"Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," ujar Herman dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 1 Mei 2026.
Herman mengaku baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh pemerintah pascabanjir.
"Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita," kata Herman.
Pasar daging yang berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut termasuk infrastruktur yang terdampak cukup parah saat banjir melanda.
Meski begitu, pasokan ikan kini kembali tersedia dari berbagai daerah, seperti Banda Aceh dan Sumatera Utara.
Namun, ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan fasilitas pasar, terutama atap yang rusak.
"Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Banyak yang sudah hancur, tidak layak lagi. Kalau hujan, kami kena hujan," ucap Herman.
Herman juga mengungkapkan bahwa pada awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai menunjukkan perbaikan.
"Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, karena mungkin banyak yang belum kerja. Tapi Alhamdulillah sekarang menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik," tutur Herman.
Kondisi serupa dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas Kuala Simpang. Ia baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.
Nurlela menjual sayur dari hasil pertanian warga di desanya, Bandar Pusaka. Pada awal pemulihan, ia sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan rusak akibat banjir.
"Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung," ujar Herman.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas pasar semakin membaik. Toko pakaian, pedagang buah, hingga penjual kebutuhan pokok mulai kembali beroperasi.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 27 April mencatat sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.
Pemulihan ini menjadi sinyal positif bahwa roda ekonomi masyarakat perlahan kembali bergerak setelah terdampak bencana.










