TVRINews, Agam
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi komitmen kuat seluruh pelaku industri pariwisata di Sumatera Barat dalam mengembangkan sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan saat pertemuan bersama pelaku industri pariwisata di Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar menegaskan kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, asosiasi, industri, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata atas komitmen dan kolaborasi yang telah terbangun. Ini juga menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung berbagai isu, tantangan, dan kebutuhan,” ujar Widiyanti dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 1 Mei 2026.
Sejumlah aspirasi mencuat dalam pertemuan tersebut, mulai dari kebutuhan penyusunan roadmap pariwisata jangka panjang, hingga dorongan menghadirkan politeknik pariwisata guna memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Pelaku industri turut menyoroti pentingnya pendampingan, promosi, akses pasar internasional, serta penataan sektor akomodasi.
Menpar memastikan seluruh masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, aksesibilitas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kami telah mendata berbagai kebutuhan yang disampaikan, karena aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Widiyanti.
Dalam aspek penataan akomodasi, Kementerian Pariwisata terus melakukan pendataan, pembinaan, edukasi, serta pengawasan terhadap pelaku usaha.
Upaya ini diperkuat melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2025 tentang imbauan pendaftaran perizinan berusaha bagi pengusaha akomodasi.
Pemerintah juga menggandeng berbagai platform online travel agent untuk memastikan seluruh pelaku usaha memenuhi ketentuan perizinan.
Legalitas usaha dinilai penting untuk menjamin standar keamanan, profesionalitas, serta kontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah.
“Izin usaha yang sah menjadi bagian penting dalam tata kelola pariwisata. Kami terus mendorong pengusaha akomodasi yang belum berizin agar segera melengkapi perizinannya melalui sistem OSS,” ucap Widiyanti.
Selain pertemuan, Menpar Widiyanti juga meninjau sejumlah destinasi unggulan di Sumatra Barat. Salah satunya Ngarai Sianok di Bukittinggi, kawasan alam yang terbentuk dari patahan bumi dengan lanskap yang memukau.
Di lokasi yang sama, ia juga mengunjungi Lubang Jepang, terowongan bersejarah peninggalan masa pendudukan Jepang.
“Keindahan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian alam,” tutur Widiyanti.
Kunjungan dilanjutkan ke Desa Wisata Koto Gadang yang dikenal dengan arsitektur kolonial, udara sejuk, serta kekayaan budaya berupa kerajinan perak dan sulaman.
Desa ini juga meraih penghargaan terbaik kedua kategori desa wisata berbasis budaya dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025.
Widiyanti menilai Koto Gadang memiliki nilai historis kuat sebagai tempat lahir tokoh bangsa seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
“Ini adalah desa yang tidak sekadar indah, tetapi sarat makna dan sejarah. Nilai-nilai inilah yang memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya,” ujar Widiyanti.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ke Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan budaya Minangkabau.
“Istano Basa Pagaruyung menunjukkan bahwa budaya adalah fondasi utama pariwisata Indonesia. Harmoni antara masyarakat dan budaya menjadi kekuatan yang menjaga keberlanjutan hingga hari ini,” kata Widiyanti.










