TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia dan Jerman terus memperkuat hubungan kemitraan strategis guna meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi di tengah dinamika ekonomi global.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa kedua negara memiliki peran penting di kawasan masing-masing. Jerman dikenal sebagai kekuatan ekonomi utama di Eropa, sementara Indonesia menjadi salah satu motor penggerak di Asia Tenggara.
“Indonesia dan Jerman akan terus saling memandang sebagai mitra strategis prioritas. Karena itu, hubungan kedua negara perlu diperkuat melalui langkah kolaboratif untuk meningkatkan perdagangan dua arah,”kata Roro dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Untuk memperkuat hubungan tersebut, Indonesia telah menempatkan dua perwakilan perdagangan di Jerman, yakni Atase Perdagangan di Berlin dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Hamburg.
Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor Indonesia ke Jerman menunjukkan tren positif. Produk mesin cetak mencatat nilai ekspor lebih dari 281 juta dolar AS pada 2025. Selain itu, ekspor komoditas seperti kopi, teh, dan rempah-rempah juga meningkat signifikan hingga mencapai 243 juta dolar AS, atau tumbuh 175 persen.
Di sisi lain, impor Indonesia dari Jerman didominasi produk pipa dan tabung baja dengan nilai mencapai 215 juta dolar AS pada 2025, meningkat 225 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan struktur perdagangan kedua negara yang saling melengkapi.
Pemerintah optimistis kerja sama perdagangan akan semakin kuat melalui penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang saat ini memasuki tahap akhir peninjauan hukum.
“Perjanjian ini diharapkan dapat ditandatangani pada akhir 2026 dan mulai berlaku pada awal 2027,” tegas Roro.
Ia menambahkan, I-EU CEPA akan memberikan kepastian hukum serta membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang perdagangan, investasi, industri hijau, hingga akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain perdagangan barang, kemitraan Indonesia dan Jerman juga berkembang di sektor jasa profesional. Melalui kolaborasi lintas kementerian, Indonesia menargetkan penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja profesional di Jerman, khususnya di sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan.
Sementara itu, anggota parlemen Jerman Thomas Bareiß menyebut hubungan kedua negara telah terjalin lebih dari enam dekade dan terus berkembang.
“Terdapat sekitar 300 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia. Dengan hadirnya I-EU CEPA, kami yakin kerja sama perdagangan dan investasi akan semakin kuat,”ungkap Thomas.
Berdasarkan data terbaru, total nilai perdagangan Indonesia–Jerman pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 860,6 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia sebesar 331,1 juta dolar AS, sementara impor dari Jerman mencapai 529,5 juta dolar AS.










