TVRINews, Papua
Pemerintah terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Papua melalui berbagai program bantuan usaha produktif. Langkah strategis ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata, terutama dalam mendongkrak ekonomi keluarga serta menjaga ketahanan pangan daerah agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Di Kabupaten Nabire, geliat kemandirian ekonomi ini mulai dirasakan langsung lewat sektor peternakan, perikanan, dan pertanian. Dukungan nyata yang disalurkan meliputi bantuan bibit ternak, pembangunan kolam ikan, renovasi kandang, hingga penyediaan alat produksi guna menunjang aktivitas usaha warga lokal.
Salah satu pelaku UMKM peternakan ayam petelur di Nabire, Kuryana Ramande, mengakui bahwa kehadiran bantuan pemerintah menjadi pemantik utama dalam memajukan usaha yang tengah ia jalani saat ini.
“Bantuan pemerintah membantu masyarakat Papua untuk lebih berani mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Kuryana Ramande.
Tidak hanya menguntungkan pemilik usaha, perkembangan peternakan ayam petelur ini juga membawa multiplier effect bagi lingkungan sekitar. Aktivitas usaha yang kian maju turut membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal, mulai dari sektor pengelolaan kandang hingga ke proses distribusi hasil produksi.
Selain fokus pada ayam petelur, pemerintah juga menggencarkan program budidaya ikan dan peternakan babi. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghidupkan urat nadi perekonomian di tingkat kampung.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro. Ia menilai perhatian pemerintah melalui bantuan usaha produktif ini telah memberikan manfaat yang sangat nyata, khususnya bagi masyarakat adat.
“Bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat adat karena langsung digunakan untuk kegiatan usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” tegas Karel Misiro.
Menariknya, upaya penguatan ekonomi ini juga berjalan beriringan dengan kebijakan pemenuhan pangan nasional. Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Papua terbukti ikut mendongkrak permintaan bahan pangan lokal. Alhasil, produk hasil usaha masyarakat kini mendapatkan kepastian pasar yang jauh lebih luas.
Menutup respons positif tersebut, Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, turut menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat yang konsisten memperhatikan kebutuhan masyarakat Papua melalui program bantuan ekonomi dan pemberdayaan adat.
“Dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi masyarakat Papua untuk terus berkembang dan membangun usaha secara mandiri,” pungkas Wolter Belau.










