TVRINews, Jepara
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pengembangan jargas dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi melalui pipa sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Anggota Komite BPH Migas, Eman Salman Arief mengatakan, jargas merupakan sistem penyaluran gas bumi secara langsung melalui jaringan pipa ke rumah tangga dan pelanggan kecil.
Menurut Eman, penggunaan jargas dapat menjadi salah satu alternatif energi yang lebih berkelanjutan karena dinilai lebih ramah lingkungan dan lebih hemat dibandingkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Selain itu, pasokan gas melalui jaringan pipa dapat tersedia selama 24 jam.
“Peningkatan pemanfaatan gas bumi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna. Meskipun di Jepara belum ada jargas, namun di daerah terdekat, yaitu Kabupaten Demak, sudah terbangun jargas. Kita harapkan jargas juga dapat diperluas dan dibangun di Jepara,”ujar Eman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Eman menjelaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan gas bumi melalui pipa. Masyarakat perlu mengetahui manfaat, ketersediaan, hingga cara penggunaan jargas agar peralihan dari LPG menuju gas bumi dapat berjalan lebih mudah.
“Melalui Bimtek ini diharapkan minat masyarakat terhadap jargas untuk rumah tangga dapat meningkat. Termasuk juga peningkatan volume dan utilisasi (pemanfaatan) gas bumi melalui pipa,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk memperluas infrastruktur jargas dari wilayah yang telah terbangun ke daerah lainnya.
Ia menilai keberadaan jaringan gas di Kabupaten Demak dapat menjadi pijakan untuk memperluas pembangunan jargas hingga Kabupaten Jepara.
Menurut Jamaludin, Jepara memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Aktivitas industri di wilayah tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta memiliki nilai investasi yang tinggi.
Dengan kondisi tersebut, pengembangan jaringan gas bumi di Jepara diharapkan tidak hanya memberikan alternatif energi bagi rumah tangga, tetapi juga mendukung kebutuhan energi dan perkembangan ekonomi daerah.










