TVRINews, Balikpapan
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan PT Pertamina Patra Niaga membahas rencana penambahan titik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean kendaraan, terutama sepeda motor, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, penambahan titik penyaluran diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Pertalite sekaligus mengurai konsentrasi permintaan di sejumlah SPBU.
“Kita telaah bersama atas adanya rencana pengembangan pembukaan SPBU atau penyalur yang dapat menjadikan kesempatan menyalurkan, khususnya BBM Pertalite di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur, yaitu di (Kelurahan) Tritip dan Batakan (Kelurahan Manggar). Selain itu, Grand City (Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara), Majesty (Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota), dan Pasar Kebun Sayur (Kelurahan Margasari) untuk wilayah Kecamatan Balikpapan Barat,” kata Wahyudi dalam keterangan tertulis, dikutip, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Wahyudi, sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi titik penyaluran baru tersebut diharapkan dapat membantu mengalihkan kepadatan kendaraan dari SPBU yang selama ini mengalami antrean.
“Masyarakat yang nanti akan bekerja ke Balikpapan bisa membeli BBM di wilayah tersebut. Semoga dapat membantu mengurai antrean yang menjadi keluhan masyarakat. Ini sebagai upaya bersama Walikota Balikpapan dan Pertamina Patra Niaga,” terangnya.
Wahyudi menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan dan Pertamina Patra Niaga tengah berupaya mempercepat persiapan titik-titik penyaluran agar dapat segera digunakan masyarakat.
“Mengenai kapan akan beroperasi, kita berusaha secepatnya, semoga upaya terbaik dengan Walikota dan Pertamina Patra Niaga dapat membantu dan memfasilitasi yang membutuhkan BBM Pertalite untuk sehari-hari pada roda dua,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan penyaluran di lapangan akan dikoordinasikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Balikpapan. Koordinasi ini dilakukan agar kepadatan kendaraan dapat tersebar ke titik-titik penyaluran yang baru.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga akan mempersiapkan sarana, fasilitas, dan kebutuhan teknis penyaluran. Seluruh proses distribusi BBM subsidi dan kompensasi tetap dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemkot Balikpapan Apresiasi Langkah Penguraian Antrean
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi langkah BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga dalam merespons persoalan antrean BBM, khususnya Pertalite, di wilayah Balikpapan.
“Terima kasih BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga, menjawab permasalahan, khususnya anteran BBM khususnya Pertalite yang ada di kota Balikpapan, roda dua maupun nanti roda empat,”ungkap Rahmad.
Rahmad juga mengajak masyarakat turut menjaga kondisi Kota Balikpapan agar upaya pengurangan antrean BBM dapat berjalan dengan baik.
“Saya berharap warga Balikapapan juga, saya mengucapkan terima kasih tentunya kita selalu berpartisipasi menjaga kondisi kota Balikpapan menjaga kota kita semua. Harapan tentunya pelaksananan penguraian antrean BBM ini bisa kita tekan dan hilangkan anteran BBM di kota Balikpapan,” pungkasnya.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan pihaknya akan segera mempersiapkan kebutuhan teknis SPBU sesuai hasil pembahasan dan arahan yang telah disepakati.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta perwakilan Forkopimda Balikpapan.










