TVRINews, Jakarta
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P Bolombo, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP PAPDESI) di Aula Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Senin, 11 Mei 2026.
La Ode hadir mewakili Menteri Dalam Negeri dalam kegiatan yang diikuti sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Desa dan PDT, Menteri Koperasi, Wakil Panglima TNI, Sekjen Kemendes PDT, Pangdam IV/Diponegoro, serta jajaran pengurus PAPDESI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, La Ode Ahmad P Bolombo menekankan pentingnya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah guna mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
“Melalui Munas II PAPDESI ini, kita ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membangun soliditas aparatur pemerintah desa agar semakin adaptif, profesional, dan mampu mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar La Ode Ahmad P Bolombo, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menilai desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi nasional. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program pemerintah berjalan efektif hingga tingkat desa.
“Pemerintah desa merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas aparatur desa dan sinergi lintas sektor menjadi sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Menurut La Ode, Munas II PAPDESI menjadi momentum menyatukan langkah aparatur desa dalam merumuskan rekomendasi program prioritas, terutama penguatan ekonomi desa.
“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi konstruktif guna mendukung peningkatan kesejahteraan desa melalui penguatan ekonomi desa, kelembagaan pemerintahan desa, serta tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” ucapnya.
Ketua Umum DPP PAPDESI Hj. Wargiyati mengapresiasi berbagai program pemerintah pusat yang dinilai memberi dampak positif bagi desa dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas hadirnya berbagai program yang diyakini mampu memberikan dampak positif bagi desa dan masyarakat,” ujar Wargiyati.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu mengurangi beban desa dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga anggaran desa dapat dialihkan untuk program pembangunan lainnya.
“Dengan adanya program MBG yang menyasar ibu hamil dan lansia, desa memiliki ruang untuk mengoptimalkan alokasi anggaran bagi program-program pemberdayaan dan pembangunan lainnya,” katanya.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara turut menyoroti pentingnya sinergi desa dengan program prioritas nasional, terutama penguatan ketahanan pangan.
“Kami mendorong revitalisasi koperasi desa agar menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus mitra strategis dalam penyaluran hasil produksi masyarakat desa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pemerintah akan membangun 1.061 Gudang Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah untuk memperkuat ekonomi desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliatono menilai Munas II PAPDESI menjadi momentum memperkuat posisi desa sebagai subjek pembangunan nasional.
“Desa harus menjadi subjek pembangunan. Karena itu, kolaborasi pemerintah bersama PAPDESI sangat penting agar program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dapat berjalan optimal,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi instrumen penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.
“Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat usia produktif untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi desa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengapresiasi dedikasi aparatur desa dalam pelayanan masyarakat.
“Aparatur desa memiliki peran yang sangat vital dalam memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yandri.
Ia mengajak seluruh lembaga memperkuat kerja kolektif demi kelancaran pembangunan desa.
“Kita harus menghilangkan sekat-sekat kepentingan dan memperkuat kerja kolektif agar seluruh program pembangunan desa dapat berjalan maksimal,” imbuhnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi lokal.
“Desa harus diposisikan sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional yang mandiri, di mana pengelolaan sumber daya lokal menjadi mesin utama penggerak kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkifli Hasan.
Ia menilai Munas II PAPDESI menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi pemerintah dan aparatur desa dalam mendukung visi pembangunan nasional.
“Pemerintah berkomitmen mengakselerasi gerakan ekonomi rakyat melalui industrialisasi berbasis potensi lokal agar kesejahteraan masyarakat desa dapat terus meningkat,” tandasnya.










