TVRINews, Jakarta
Delegasi Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih satu medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, serta penghargaan Best in Finance pada International Economics Olympiad (IEO) 2026 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada 12–20 Juli 2026.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi capaian para peserta yang dinilai merupakan hasil dari proses pembinaan yang melibatkan berbagai pihak.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para peserta sekaligus buah dari kolaborasi antara pembina, sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk terus berprestasi di tingkat dunia,"kata Irene dalam rilis Kemendikdasmen yang diterima tvrinews, Rabu, 22 Juli 2026.
Medali emas sekaligus penghargaan Best in Finance diraih Wafiq Al Afraz dari SMA Negeri 10 Padang, Sumatra Barat. Sementara dua medali perak dipersembahkan Muhammad Rafi Qsan Baskoro dari SMA Kharisma Bangsa, Banten, dan Joshua Willson dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten. Adapun medali perunggu diraih Muhammad Afif Abyan Hasya dari SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatra Selatan.
Setibanya di Tanah Air pada Senin, 20 Juli 2026, Wafiq mengaku bersyukur dapat membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Ia mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang konsisten sejak duduk di kelas X serta pengalaman mengikuti pemusatan latihan nasional pada tahun sebelumnya.
"Saya bersyukur bisa meraih medali emas sekaligus Best in Finance. Kuncinya adalah belajar secara konsisten setiap hari dan terus memperbaiki diri. Tahun lalu saya belum berhasil menjadi delegasi, tetapi pengalaman itu justru memotivasi saya untuk berlatih lebih giat,"ungkap Wafiq.
Team Leader IEO Indonesia, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa keberhasilan para delegasi merupakan buah dari pembinaan yang dimulai sejak seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Menurutnya, selain penguasaan materi ekonomi, kemampuan matematika, bahasa Inggris, serta kesiapan mental menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan di tingkat internasional.
"Anak-anak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan pelatihan yang intensif dari Puspresnas, saya optimistis prestasi Indonesia pada kompetisi ekonomi tingkat internasional dapat terus meningkat,"ujar Dwi.
International Economics Olympiad (IEO) merupakan kompetisi bergengsi bagi pelajar sekolah menengah yang menguji kemampuan di bidang ekonomi, keuangan, serta penyelesaian studi kasus bisnis. Pada tahun ini, ajang tersebut diikuti sekitar 280 peserta dari 56 negara.
Keberhasilan di IEO 2026 menambah daftar prestasi Indonesia pada berbagai olimpiade internasional sepanjang tahun ini. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki talenta muda berdaya saing di bidang ekonomi dan keuangan.
Kemendikdasmen melalui Puspresnas menegaskan akan terus memperkuat pembinaan talenta nasional secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar Indonesia mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.










