TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis perekonomian Jakarta tetap tumbuh positif meski dihadapkan pada tekanan ekonomi nasional maupun ketidakpastian global. Menurutnya, sejumlah indikator ekonomi makro menunjukkan kinerja Ibu Kota yang terus membaik.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Budget Talks bertema Menavigasi APBD Jakarta: Perkuat Kinerja, Kepentingan Publik Terjaga di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
"Alhamdulillah, Jakarta makro ekonominya atau performanya, baik itu pertumbuhan, inflasi, dan sebagainya mengalami perbaikan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 22 Juli 2026.
Pramono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta. Ia menilai optimisme menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan. Saat ini, Jakarta tercatat memberikan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,59 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, konsumsi masyarakat, mobilitas, serta terjaganya optimisme pelaku usaha.
"Jadi menjaga optimisme ini menjadi sangat penting di tengah kondisi yang seperti ini karena global yang uncertainty," lanjutnya.
Pramono menjelaskan, sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Jakarta dengan kontribusi 18,06 persen. Selanjutnya disusul sektor jasa keuangan sebesar 11,08 persen dan industri pengolahan sebesar 10,96 persen.
Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, sektor akomodasi dan makan minum mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,84 persen, diikuti sektor jasa lainnya sebesar 8,37 persen serta sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,31 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 30 Juni 2026, pendapatan daerah telah terealisasi sebesar Rp29,29 triliun atau 41 persen dari target.
Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp24,73 triliun atau 33,3 persen dari target. Sementara penerimaan pembiayaan daerah tercatat Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen.
"Dari jumlah tersebut sebanyak 118.161 paket pengadaan telah terselesaikan,"ucapnya.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mempercepat penyelesaian paket-paket pengadaan yang masih berjalan agar manfaat belanja daerah dapat segera dirasakan masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar penyerapan anggaran tidak menumpuk pada akhir tahun.
"Dengan demikian, karena sekarang ini sudah bulan Juli, saya meminta betul untuk dilakukan dari sekarang,"tambahnya.
Selain itu, Pramono menyebut kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta masih terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 144,4 pada Juni 2026. Daya beli masyarakat juga tetap kuat, ditandai dengan pertumbuhan penjualan riil sebesar 8,9 persen secara tahunan pada periode yang sama.
Pada kesempatan tersebut, Pramono turut mengapresiasi masyarakat dan para pelaku usaha yang taat membayar pajak. Ia menegaskan, seluruh penerimaan pajak daerah akan dikelola secara transparan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.










