TVRINews, Belitung
Transformasi Pokdarwis menjadi koperasi bertujuan meningkatkan profesionalisme, akses pembiayaan, serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa wisata.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Langkah konkret ini diwujudkan melalui program integrasi dan transformasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi badan usaha koperasi.
Peluncuran program ini dilakukan di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang, Belitung, yang dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, transformasi ini bertujuan mengubah status Pokdarwis yang semula bersifat kelompok informal menjadi badan usaha koperasi yang formal, terstruktur, dan akuntabel.
"Dengan menjadi badan usaha koperasi, kegiatan pariwisata akan lebih profesional. Koperasi akan memiliki kemudahan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pendampingan kelembagaan dan usaha yang difasilitasi oleh pemerintah," ujar Menkop Ferry dalam keterangan resmi Kemenkop, Senin, 6 Juli 2026.
Menurutnya, koperasi nantinya dapat dikolaborasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna menciptakan skala ekonomi yang lebih besar. Belitung dipilih menjadi pilot project utama untuk membuktikan bahwa integrasi ini mampu memperkuat daya saing wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ujung Tombak Ekonomi Desa
Senada dengan Menkop, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Pokdarwis merupakan ujung tombak pengembangan pariwisata di desa. Namun, tantangan legalitas seringkali menghambat pengembangan kapasitas usaha mereka.
"Sinergi ini adalah upaya memajukan sektor pariwisata sekaligus penguatan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan. Kita ingin membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik dikunjungi, tetapi juga memberikan nilai tambah langsung bagi pendapatan masyarakat," jelas Menpar Widiyanti.
Program pilot project ini rencananya akan diterapkan di delapan wilayah Desa Wisata di seluruh Indonesia, dengan Belitung sebagai pembuka jalan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen menjadikan koperasi sebagai lokomotif ekonomi rakyat di daerahnya. Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat ini dapat meningkatkan kepercayaan investor.
"Kami memiliki mimpi besar agar Belitung dikenal bukan hanya karena pantai indahnya, tetapi juga karena koperasi yang maju dan sehat. Jika didukung pemerintah pusat, kami yakin posisi Belitung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia akan semakin kuat," tegas Djoni.
Acara tersebut ditutup dengan deklarasi bersama serta penandatanganan komitmen transformasi koperasi oleh Ketua Pokdarwis, Ketua KDKMP, dan dinas terkait di Kabupaten Belitung. Sinergi lintas kementerian ini diharapkan menjadi babak baru bagi penguatan kelembagaan desa wisata yang mandiri, produktif, dan mampu menyejahterakan masyarakat.









