TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tetapkan enam langkah strategis untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menerima estafet penyelenggaraan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Serah terima ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Prosesi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2026 tentang Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Dengan beralihnya koordinasi ini, Kementerian Kebudayaan kini memegang mandat penuh untuk menjalankan tugas dan fungsi KNIU dalam mendukung program-program UNESCO di Indonesia.
Menbud Fadli Zon, yang kini menjabat sebagai Ketua KNIU, menyampaikan komitmennya untuk segera mengintegrasikan pengelolaan KNIU ke dalam agenda strategis kementerian. Ia telah menetapkan enam langkah prioritas untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia:
1. Memperkuat koordinasi seluruh focal point UNESCO di Indonesia.
2. Meningkatkan kualitas nominasi Indonesia pada berbagai program UNESCO.
3. Memperkuat implementasi seluruh konvensi UNESCO.
4. Memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan program UNESCO.
5. Mendukung pengembangan Ethics of Artificial Intelligence, Education for Sustainable Development, dan Open Science.
6. Mengoptimalkan peran Indonesia sebagai anggota UNESCO Executive Board periode 2023-2027.

(Foto: Humas Kemenbud)
"Kami mendapatkan tugas baru untuk meneruskan apa yang selama ini telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Baik secara historis maupun berbagai arahan teknis yang sangat penting, seluruhnya akan segera kita laksanakan," tegas Fadli Zon dalam keterangan resmi, Senin, 6 Juli 2026.
Transisi yang Efektif
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang hadir sebagai pengarah KNIU, menekankan pentingnya masa transisi yang cepat dan efektif. Ia berharap perpindahan ini tidak mengganggu layanan maupun program yang sedang berjalan.
"KNIU telah menghasilkan banyak capaian selama berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Dengan penyelenggaraan di Kementerian Kebudayaan, kami berharap kinerja dan kontribusinya akan semakin kuat," ujar Pratikno.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kesempatan yang sama menyatakan kesiapan kementeriannya untuk terus mendukung program UNESCO, khususnya di bidang pendidikan, melalui sinergi lintas kementerian. Sebagai simbol transisi, Abdul Mu'ti menyerahkan buku "Rekam Jejak Ringkas 74 Tahun KNIU" kepada Menbud Fadli Zon.
Memperkuat Diplomasi Kebudayaan
Indonesia sendiri memiliki catatan prestasi yang membanggakan di UNESCO, mulai dari pengakuan Warisan Budaya Dunia, UNESCO Global Geoparks, hingga kepercayaan sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030.
Dengan kelembagaan yang kini berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, pemerintah optimistis Indonesia akan memiliki peran yang lebih strategis dalam diplomasi global serta mampu memanfaatkan program-program internasional UNESCO secara lebih optimal demi pembangunan nasional.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, jajaran pejabat eselon I dari kedua kementerian, serta perwakilan UNESCO Office Jakarta.










